Showing posts with label Warehousing. Show all posts
Showing posts with label Warehousing. Show all posts

Monday, February 15, 2021

Meningkatkan Akurasi Stok Persediaan Barang Di Gudang

8 Cara Dan Strategi Untuk Meningkatkan Akurasi Stok Persediaan Barang Di Gudang

Apakah Anda merasa lelah karena telah kehilangan peluang penjualan dan pelanggan karena Anda kehabisan stok barang atau produk tertentu? Apakah Anda merasa lelah karena pelanggan Anda mengeluh bahwa mereka telah menerima item yang salah? Jika ya, maka ini saatnya bagi Anda untuk meningkatkan akurasi tingkat persediaan barang di gudang Anda.

Dengan secara akurat melacak seluruh produk Anda, maka Anda akan dapat meningkatkan kinerja Anda sebagai bisnisman dan menjalankan kegiatan operasional yang lebih efektif dan efisien. Pentingnya sebuah manajemen persediaan yang efektif harus diakui oleh semua pihak dari gudang, jadi jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang pentingnya sebuah akurasi persediaan barang, atau bagaimana untuk mencapai akurasi persediaan barang, maka berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Cara Meningkatkan Akurasi Data Persediaan Barang Di Gudang


1. Pelabelan Stock Berdasarkan Kategori

Pelabelan persediaan adalah bagian besar dari usaha untuk menjaga gudang Anda terorganisir dengan baik. Jika inventaris barang Anda diatur dan diberi label dengan benar, maka staff  dan karyawan gudang akan memiliki waktu yang mudah untuk menemukan bagian yang tepat dan produk yang tepat untuk didistribusikan.

Pelabelan persediaan yang baik melampaui gudang Anda. Di dalam gudang, semua item harus diberi nama dan ditandai dengan rincian yang sepenuhnya menjelaskan tentang item tersebut. Ketika bahan dan produk sedang dikirim, pengirim juga harus mengikuti praktik inventarisasi yang baik. Dalam skenario kasus terbaik, mereka harus mengirimkan item menggunakan pelabelan yang sama yang dipakai oleh gudang ketika menerima item tersebut.  Hal ini dapat dilakukan dengan mengkoordinasikan nomor bagian atau menggunakan kode UPC (Universal Product Code) atau barcode.


2. Tentukan Stock Levels

Baik overstocking maupun understocking merupakan sebuah kondisi yang tidak efisien untuk sistem operasional gudang Anda. Kondisi overstocking akan berakibat menurunkan efisiensi pergudangan, sedangkan understocking akan berakibat menurunkan pengalaman pelanggan atau customer. Kemampuan untuk secara akurat melacak stock persediaan barang Anda diperlukan untuk menentukan batasan minimum, batasan maksimum, Re-order, bahaya, dan tingkat rata - rata  bahan yang akan diberikan untuk setiap kategori barang.


3. Menerapkan Siklus Penghitungan

Meskipun sebagian besar perusahaan memiliki sebuah sistem untuk menangani persediaan barang, hal ini tidak menghilangkan kebutuhan untuk melakukan siklus penghitungan stock barang. Apa yang dimaksud dengan siklus menghitung? Siklus menghitung adalah cara menghitung inventaris di mana barang - barang di dalam gudang dihitung dalam jangka waktu yang relatif lama. Hal ini berbeda dari penghitungan persediaan fisik tradisional yang biasa dilakukan, di mana kegiatan operasional berhenti, sementara barang - barang tersebut sedang dihitung. Jumlah siklus jauh lebih sedikit mengganggu kegiatan operasional sehari-hari. Proses ini juga memverifikasi akurasi inventaris, membantu mengidentifikasi akar penyebab kesalahan yang terjadi.


4. Peramalan Permintaan Yang Efisien

Untuk memastikan jika Anda tidak akan pernah kehabisan persediaan barang, bahkan dengan tingkat stock minimal, maka Anda dapat menerapkan peramalan permintaan yang efisien. Sistem pengelolaan gudang (WMS) dapat memberikan Anda data - data yang berguna yang menunjukkan bagaimana produk bergerak melalui logistik Anda. Peramalan permintaan yang akurat dapat dicapai dengan mencatat penjualan aktual dan mengamati pola sejarah permintaan barang. 

Tujuan dari fungsi ini adalah untuk mengurangi biaya penyimpanan gudang dan memaksimalkan penggunaan ruang di dalam gudamg. Di sisi lain, Anda juga dapat memiliki banyak stok barang, yang bukan merupakan teknik cerdas bahkan untuk produk yang dalam permintaan tinggi. Para ahli menyarankan untuk menjaga level stok yang cukup dalam inventaris Anda untuk memenuhi satu setengah kali (150%) rata permintaan untuk produk itu, setiap saat.


5. Layout Racking Gudang

Tata letak racking gudang Anda harus secara rutin disesuaikan untuk mencerminkan perubahan dalam produk, permintaan, dan tujuan pergudangan. Anda dapat membuat proses ini menjadi lebih sederhana dengan memanfaatkan data analisis untuk menyegmentasikan produk sesuai permintaan. Anda juga bisa menyingkirkan semua persediaan yang tidak diinginkan. Selain mendapatkan lebih banyak ruang penyimpanan didalam gudang, reorganisasi tata letak Anda akan mampu mempercepat pengambilan dan proses pemenuhan pesanan.


6. Meminimalkan Kesalahan Urutan Pemilihan

Teknologi peralatan seperti barcode dan RFIDs dapat menurunkan tingkat kesalahan yang terjadi karena tindakan manual. Operasi transaksi yang dilakukan secara manual rentan terhadap kesalahan manusia (human error), yang dapat mengakibatkan bertambahnya biaya pergudangan Anda. Kesalahan ini juga dapat mengakibatkan hilangnya bisnis dan pengalaman merek yang negatif bagi pelanggan atau customer Anda. 

Dengan menempatkan SKU dengan cermat, Anda dapat secara signifikan menurunkan kesalahan pemilihan barang atau produk. Ini juga merupakan ide yang baik untuk tidak menempatkan produk yang serupa di lokasi yang berdekatan, untuk mencegah operator mengambil produk yang salah. Barcode dapat digunakan untuk label produk untuk memudahkan dalam memilih kemasan supaya lebih terorganisir dan untuk meningkatkan akurasi persediaan Anda.


7. Rasio Turnover Persediaan

Metrik ini sangat menentukan seberapa cepat inventaris Anda habis atau "diserahkan" dalam jangka waktu tertentu. Semakin tinggi rasio omset, masa simpan yang lebih pendek dari persediaan. Ini berarti volume penjualan dan profitabilitas yang lebih tinggi untuk merek Anda. Rasio ini harus secara cermat diamati untuk setiap produk di gudang untuk memastikan perhitungan penambahan produk agar akurat karena permintaan akan selalu berubah selama siklus produk terjadi dan menyebabkan variabilitas dalam operasi logistik.


8. Real Time Pelacakan

Sampai produk Anda dikirimkan dan sampai ke tempat tujuan, maka operasi gudang belumlah selesai. Melacak terjadinya keterlambatan atau kerusakan pengiriman mungkin akan bisa memonitor pengiriman tersebut. Pelacakan ini akan memberikan informasi real-time tentang lokasi produk dengan menggunakan teknologi Geo-lokasi, yang sangat berguna dalam lingkungan pasokan yang serba cepat. Pelacakan secara nyata dapat membantu manajer gudang untuk membuat keputusan yang tepat ketika ada gangguan dalam aliran pengiriman. Hal ini juga mengurangi miskomunikasi yang mungkin terjadi dalam pengiriman tersebut.

Akurasi inventaris akan sangat membantu Anda  dalam menerapakan strategi rantai pasokan dengan data yang dapat dipercaya. Memiliki data yang akurat memungkinkan Anda untuk membuat keputusan yang tepat dan memberikan komunikasi yang benar antara Anda dan mitra Anda. Daripada membiarkan hubungan Anda dan hubungan pelanggan Anda menjadi kurang baik akibat dari kurangnya akurasi persediaan barang, maka lebih baik mulailah untuk melakukan real time pelacakan mulai  hari ini. Anda akan menikmati kepuasan yang lebih baik dan lebih mudah dalam melakukan transisi teknologi baru yang akan berkembang di masa depan.

Menjaga dan melacak persediaan secara real-time dapat menjadi sebuah hal yang sangat menantang, tetapi ada perusahaan yang dapat memberikan solusi akurasi persediaan yang Anda butuhkan. Meluangkan waktu untuk mengubah dan meningkatkan akurasi gudang Anda dan proses manajemen persediaan barang  akan membuat rantai pasokan Anda berjalan dengan mulus dan akan menyebabkan efisiensi yang jauh lebih besar dan keuntungan bagi perusahaan Anda. 


Sumber :

https://www.mediascm.xyz/2020/02/8-cara-dan-strategi-untuk-meningkatkan.html

https://www.klipfolio.com/resources/kpi-examples/supply-chain/inventory-accuracy

Friday, January 15, 2021

Prinsip Manajemen Gudang Logistik

4 PRINSIP MANAJEMEN GUDANG LOGISTIK YANG HARUS DIKETAHUI

Gudang merupakan komponen penting dalam rantai pasokan atau logistik. Kegiatan pasokan ini sendiri meliputi penyediaan bahan, proses produksi dan distribusi barang jadi. Semua proses tersebut membutuhkan kehadiran gudang. Sebab gudang adalah tempat penyimpanan bahan baku, barang setengah jadi, hingga barang jadi yang siap didistribusikan ke masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan manajemen gudang yang mumpuni untuk bisa meningkatkan proses efisiensi produksi hingga sampai ke tangan pelanggan.

Berikut ini adalah empat prinsip manajemen gudang logistik bagi bisnis Anda. Harapannya setelah mengetahui prinsip-prinsip dasar ini, Anda dapat menerapkannya pada gudang milik Anda dan rantai pasokan pun semakin efisien.


1. Mempertahankan Kualitas Barang

Setiap persediaan barang memiliki jangka waktu dalam penyimpannya, maka dari itu pengelolaan barang saat disimpan adalah hal yang sangat penting. Jangan sampai terjadi kerusakan saat berada di gudang dan mengakibatkan penurunan kualitas barang.

Perhatikan suhu atau temperatur ruangan, kemudian kelembaban udara serta kebersihan area gudang. Suhu yang terlalu panas dan lembab biasanya dapat membuat rapuh bahan baku dan barang jadi. Apabila yang disimpan di gudang Anda adalah bahan makanan yang mudah busuk, suasana yang panas dan lembab dapat membuat makanan berubah warna dan bentuk sehingga mempercepat proses pembusukan.

Adapun debu yang terlalu banyak di udara dapat merusak barang-barang elektronika. Oleh karenanya gunakan pengatur suhu ruangan untuk mencegah udara yang yang terlalu panas maupun lembab. Ada baiknya memiliki penyaring udara supaya debu-debu halus tidak mudah menempel pada komponen elektronik.


2. Pencarian Barang Lebih Cepat dan Mudah

Persediaan barang di gudang juga harus disusun berdasarkan kelompok. Hal ini untuk memudahkan proses penyimpanan dan menemukan barang kembali. Berikanlah kode ke setiap kelompok barang supaya lebih gampang ditemukan.

Tujuan pengelompokan ini selain untuk mempermudah dan mempercepat pencarian barang, juga untuk memangkas waktu operasional yang tertalu lama dalam hal pencarian barang. Manajemen gudang pun semakin baik apabila semua barang tertata rapi dan mudah ditemukan.

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan saat membuat pengelompokkan barang antara lain spesifikasi barang, jumlah unit yang tersedia, kode barang yang selaras dengan barcode, serta waktu keluar masuk barang.


3. Peningkatan Pelayanan Distribusi

Kecepatan penyampaian barang dari produsen ke konsumen atau tangan pembeli menjadi isu yang penting di dunia bisnis. Pelayanan distribusi ini bahkan menjadi salah satu strategi manajemen yang digunakan untuk bersaing di pasar.

Oleh karena itu pemilihan lokasi yang strategis menjadi salah satu kunci untuk dapat meningkatkan pelayanan distribusi. Banyak kawasan pergudangan akhirnya memusatkan diri di area yang dapat mencapai banyak tempat dalam waktu yang relatif cepat. Contohnya Limus Biz Estate yang terletak di kawasan Narogong dimana merupakan jalur pertemuan antara kota Jakarta, Bogor, dan Depok. Lokasi gudang yang strategis selain dapat memperpendek jarak penyimpanan juga dapat meningkatkan pelayanan distribusi.


4. Aman, Terhindar dari Pencurian

Aman di sini sebenarnya bermakna luas. Selain aman dari pencurian maupun gangguan fisik. Barang-barang yang terletak di gudang harus aman dari pencemaran kimiawi maupun biologi yang dapat merusak kualitas dan kuantitas barang. Satu lagi, gudang juga harus aman dari bahaya kebakaran.


Sumber :

http://limus.id/2019/08/16/4-prinsip-manajemen-gudang-logistik-yang-harus-diketahui/

Sunday, November 15, 2020

Prinsip-Prinsip Warehousing

Oleh: Dr. Zaroni, CISCP.

Gudang (warehouse) merupakan komponen penting dari rantai pasokan modern. Rantai pasokan melibatkan kegiatan dalam berbagai tahap: sourcing, produksi, dan distribusi barang, dari penanganan bahan baku dan barang dalam proses hingga produk jadi.

Warehouse dapat digambarkan sebagai bagian dari suatu sistem logistik sebuah perusahaan yang berfungsi untuk menyimpan produk dan menyediakan informasi mengenai status serta kondisi material/persediaan yang disimpan di gudang, sehingga informasi tersebut selalu up-to-date dan mudah diakses oleh siapa pun yang berkepentingan.

Warehouse merupakan bagian integral dari rantai pasokan. Tren tantangan dalam rantai pasokan, seperti peningkatan volatilitas pasar, dan kebutuhan untuk memperpendek lead time pelanggan, semua berdampak pada peran yang diharapkan dari adanya gudang.


Sasaran pengelolaan warehouse:

  • Speed. Kecepatan penyampaian ke pasar dan memenuhi perubahan permintaan, menjadi isu penting yang digunakan manajemen sebagai strategi dalam bersaing.
  • Efficiency. Efisiensi rantai pasok diukur dan diperbaiki secara terus-menerus oleh tim continuous improvement dari berbagai unit.
  • Effectiveness. Efektivitas yang memungkinkan pelanggan atau pengguna mendapatkan produk perusahaan dengan mudah.
  • Reliability. Keandalan informasi, komunikasi, dan eksekusi agar semua fungsi bekerja dengan baik.


Jenis warehouse dalam rantai pasokan sangat bervariasi, tergantung dari perannya dalam rantai pasokan (Rushton, 2010):

  • berdasarkan tahap dalam rantai pasokan, dikenal warehouse untuk penyimpanan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi;
  • berdasarkan wilayah geografis: misalnya, regional warehouse untuk melayani seluruh dunia atau beberapa negara, warehouse nasional untuk melayani daerah-daerah di seluruh wilayah satu negara, atau warehouse lokal untuk melayani wilayah tertentu;
  • berdasarkan jenis produk: misalnya, warehouse untuk penyimpanan suku cadang, gudang perakitan (misalnya untuk perakitan mobil), makanan beku, makanan yang mudak rusah (perishable), dan barang berbahaya;
  • berdasarkan fungsi: misalnya, warehouse untuk penyimpanan persediaan, warehouse untuk sortasi (misalnya sebagai ‘hub’ dari warehouse pengolahan kirimanpos);
  • berdasarkan kepemilikan: warehouse yang dikelola sendiri milik pengguna (misalnya produsen atau pengecer) atau warehouse yang dikelola perusahaan penyedia jasa logistik (third-party logistics);
  • berdasarkan penggunaan perusahaan: misalnya, warehouse khusus untuk satu perusahaan (dedicated warehouse), atau warehouse yang digunakan bersama (share-warehouse);
  • berdasarkan luas: warehouse dengan luas mulai dari 100 meter persegi atau kurang dan warehouse dengan luas lebih dari 100.000 meter persegi;
  • berdasarkan tinggi: mulai dari warehouse sekitar 3 meter hingga warehouse “high-bay” dengan tinggi lebih dari 45 meter;
  • berdasarkan alat yang digunakan: dari warehouse yang mengoperasikan secara manual  atau warehouse dengan operasi otomatis.


Tujuan utama dari warehouse adalah untuk memfasilitasi pergerakan barang melalui rantai pasokan ke konsumen akhir. Ada banyak teknik yang digunakan untuk mengurangi kebutuhan untuk mengadakan persediaan, seperti sistem manufaktur fleksibel, visibilitas rantai pasokan dan pengiriman ekspres, just-in-time (JIT ), efficient consumer response (ECR) and collaborative planning, forecasting and replenishment (CPFR).


Dalam konteks rantai pasok, warehouse memiliki fungsi sebagai:

  • Titik penyimpanan persediaan (inventory holding point).
  • Pusat konsolidasi (consolidation center).
  • Pusat cross-dock.
  • Pusat pemilahan (sortation center).
  • Fasilitas perakitan (assembly facility).
  • Titik penerusan kiriman barang (trans-shipment point).
  • Pusat pengembalian barang (returned goods center).


Karena warehouse beroperasi sebagai komponen integral dari rantai pasokan, konteks strategi bisnis yang lebih luas harus dipertimbangkan ketika membuat keputusan penting tentang fasilitas warehouse ini. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan meliputi:

  • Tren pasar/industri. Beberapa industri mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat signfikan, terutama dipicu oleh perkembangan teknologi.  Hal ini berdampak pada kebutuhan desain warehouse, baik dari sisi teknologi warehouse, jenis warehouse, tata letak, dan lokasi warehouse, sesuai dengan kebutuhan pasar dan tren industri.
  • Tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan akan menentukan pilihan desain warehouse.  Tujuan perusahaan yang berbeda akan berdampak pada kebijakan pengelolaan warehouse.  Tujuan perusahaan akan menentukan positioning perusahaan, value proposition yang ditawarkan, dan strategi pemasaran yang diimplementasikan.  Semuanya akan berdampak pada pilihan desain dan kebijakan pengelolaan warehouse.
  • Rencana bisnis. Rencana bisnis perusahaan berisi proyeksi target market, potensi penjualan, dan pengembangan service point perusahaan, yang berdampak pada keputusan pengembangan warehouse dan sistem distribusi yang akan dijalankan.
  • Strategi rantai pasokan. Setiap pilihan desan dan kebijakan warehouse ditentukan oleh strategi rantai pasokan perusahaan.  Strategi rantai pasokan akan berdampak pada jumlah, lokasi, sistem, teknologi, dan tata letak warehouse, sebagai bagian dari sistem rantai pasok perusahaan.
  • Tingkat layanan pelanggan. Tingkat layanan pelanggan menentukan responsitivitas perusahaan dalam melayani pelanggan, termasuk respon dalam kecepatan pemenuhan persediaan sesuai dengan kebijakan dan sistem warehouse yang dioperasikan.
  • Faktor eksternal. Faktor ekternal yang berpengaruh terhadap desain dan kebijakan warehouse, antara lain: regulasi di bidang konstruksi bangunan, kesehatan dan keselamatan, lingkungan, manual handling, jam kerja, pencegahan kebakaran, kemasan, keamanan makanan, dan sebagainya.


Keputusan manajemen tentang perencanaan warehouse mencakup antara lain:

  • Berapa banyak warehouse yang harus tersedia?
  • Di mana seharusnya warehouse ditempatkan?
  • Berapa banyak persediaan yang harus diisi pada setiap warehouse?
  • Pelanggan yang mana yang harus dilayani oleh setiap warehouse?
  • Bagaimana seharusnya pesanan pelanggan dari warehouse?
  • Bagaimana seharusnya pesanan warehouse dari pemasok?
  • Seberapa sering pengiriman yang harus dibuat untuk setiap pelanggan?
  • Bagaimana seharusnya tingkat pelayanan diberikan?
  • Metode transportasi seperti apa yang seharusnya digunakan?

 

Operasi gudang

Setiap gudang harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari rantai pasokan.  Namun demikian, ada operasi tertentu yang umum untuk kebanyakan gudang.


Fungsi-fungsi ini adalah sebagai berikut (Rushton, 2010):

  • Penerimaan (receiving). Aktivitas ini biasanya melibatkan pembongkaran barang dari kendaraan transportasi yang masuk, pemeriksaan terhadap pesanan pembelian, dan mencatat barang yang masuk ke dalam sistem komputer. Pemeriksaan kualitas barang dapat dilakukan sebagai bagian dari kegiatan ini. Dari sini, barang tersebut kemudian ditempatkan (put–away) di gudang.
  • Penyimpanan cadangan (reserve storage). Barang biasanya dibawa ke area penyimpanan cadangan, yang merupakan pengguna ruang terbesar di gudang. Area ini memiliki sebagian besar persediaan di lokasi gudang yang dapat diidentifikasi. Bila diperlukan, barang yang diambil dari penyimpanan cadangan secara langsung ke pengiriman (jika, misalnya, palet penuh diperlukan oleh pelanggan) atau untuk mengisi lokasi pengambilan barang.
  • Perintah pengambilan barang (order picking). Ketika order diterima dari pelanggan, barang harus diambil dari gudang dalam jumlah dan waktu yang tepat untuk memenuhi tingkat layanan yang dibutuhkan. Order picking dapat berisi sejumlah lini order, setiap lini order memerlukan sejumlah spesifik lini produk individu. Jika lini order untuk unit beban penuh (full unit load), misalnya pallet,  maka perintah ini dapat diambil langsung dari tempat penyimpanan cadangan.  Namun, jika lini order kurang dari beban unit penuh (less than a unit load), misalnya sejumlah case atau item, maka barang biasanya akan diambil dari lokasi pengambilan.  Jika hanya sejumlah kecil produk disimpan di gudang, maka cadangan dan pengambilan barang dapat dikombinasikan, dan barang-barang diambil dari lokasi konsolidasi ini. Picking merupakan operasi gudang utama, baik dari segi biaya dan layanan, sebagai proporsi yang signifikan dari biaya gudang biasanya diperlukan untuk fungsi ini untuk mencapai tingkat akurasi pesanan yang tinggi.
  • Sortasi (sortation). Untuk ukuran kecil, kadang-kadang lebih tepat pesanan bersama-sama dalam satu jumlah (batch) dan memperlakukan mereka sebagai satu perintah untuk tujuan pengambilan. Dalam hal ini, batch yang telah diambil harus dipilah ke perintah pengambilan barang secara individu sebelum pengiriman.
  • Penyusunan dan layanan nilai tambah (collation & value-added). Barang harus disusun menjadi pesanan pelanggan lengkap yang siap untuk pengiriman. Kecuali barang diambil langsung ke pengiriman kontainer, mereka akan dirakit atau dikemas bersama.
  • Menyusun dan pengiriman (marshalling & dispatch). Barang yang disusun bersama untuk dimuat ke kendaraan dan selanjutnya mengirimkan ke ‘simpul’ berikutnya dalam rantai pasokan.

 

Biaya

Pergudangan biasanya menyumbang sekitar 20 sampai 30 persen dari biaya logistik.  Perincian biaya gudang bervariasi dengan sifat operasi, sebagai berikut:

  • Staf – 45 sampai 50 persen;
  • Bangunan – 25 persen, termasuk sewa atau penyusutan bangunan;
  • Jasa bangunan – 15 persen, termasuk cahaya, listrik, pemeliharaan gedung, asuransi, dan tarif;
  • Peralatan – 10 sampai 15 persen, termasuk sewa atau penyusutan, pemeliharaan peralatan dan biaya operasional;
  • Teknologi informasi – 5 sampai 10 persen, termasuk sistem dan data terminal.


Untuk gudang otomatis, angka peralatan biasanya akan jauh lebih tinggi, meskipun perlu dicatat bahwa sebagian besar gudang otomatis masih memiliki operasi manual untuk kegiatan seperti pengambilan case dan pengepakan.


Unit beban

Kebanyakan rantai pasokan disusun berdasarkan konsep satuan beban, dimana barang yang diangkut, disimpan dan ditangani dalam modul standar. Pada tingkat yang berbeda, misalnya dengan barang-barang yang ditempatkan dalam karton, yang ditempatkan pada palet, pada gilirannya dapat dimuat dalam kontainer ISO untuk pengiriman ekspor.


Penggunaan beban unit tersebut memungkinkan transportasi, penyimpanan dan penanganan sistem yang akan dirancang di sekitar modul dimensi umum. Dalam pergudangan, beberapa satuan beban yang paling sering digunakan adalah sebagai berikut (Rushton, 2010):


Palet.

Palet merupakan bentuk paling umum dari unit muatan yang tersimpan di gudang. Pada dasarnya, palet mengangkat platform datar, di mana barang dapat ditempatkan, dan truk garpu dapat dimasukkan untuk mengangkat dan memindahkan mereka.

Entri untuk garpu bisa di keempat sisinya, yang dikenal sebagai entri palet empat arah, atau hanya pada dua sisi, yang dikenal sebagai dua arah masuk palet.

Sebagian besar palet terbuat dari kayu, meskipun beberapa terbuat dari plastik atau fibreboard.

Ada berbagai ukuran standar palet untuk digunakan dalam industri yang berbeda. Variasi ini dapat menyebabkan masalah baik dari segi angkutan internasional dan dalam desain rak peralatan. Di benua Eropa jenis yang paling umum adalah Europallet (1.200 milimeter dengan 800 milimeter), sedangkan di Inggris ukuran standar sedikit lebih besar (1.200 milimeter dengan 1.000 milimeter), ukurannya sama dengan yang di Amerika Serikat (48 inci dengan 40 inci).


Cage dan kotak palet.

Ini digunakan untuk isi barang yang mungkin jatuh dari palet standar. Cage dan kotak palet memiliki sisi yang padat atau jala sisi yang dapat dibangun, misalnya, baja atau plastik. Mereka dapat di-pick-up oleh truk fork-lift dan sering dapat ditumpuk di atas satu sama lain.


Roll-cages. 

Biasanya terbuat dari baja dan sering terdiri jala bawah, sisi dan rak. Roda dipasang ke setiap sudut sehingga roll-cages dapat didorong. Garpu dapat dimasukkan di bawah dasar, sehingga roll-cages dapat dipindahkan dengan truk palet. Umumnya roll-cages digunakan dalam distribusi ritel untuk pengiriman ke toko-toko.


Tote bins. 

Tote bins plastik digunakan di banyak gudang untuk penyimpanan dan penanganan bagian-bagian kecil. Ukuran tote bins bervariasi: panjang 600 milimeter, lebar 400 mm, dan tinggi 300 mm. Tote bins terbuka di bagian atas atau memiliki tutup closable, dan dapat menyimpan sejumlah item atau kotak di dalamnya.

Ini terdiri dari basis dilengkapi dengan roda, di mana nampan plastik dan tote bins dapat ditumpuk. Dolly sering digunakan dalam distribusi ritel.


Kontainer besar intermediate (IBCs). 

Ini biasanya digunakan untuk menyimpan dan memindahkan cairan dan produk partikulat padat dalam unit yang banyak sekitar satu atau dua ton. IBCs menawarkan alternatif untuk penanganan massal untuk produk tersebut. Tergantung pada karakteristik IBCs, IBCS dapat diangkat oleh truk fork-lift, baik dari bawah atau dari tali di atas. Beberapa dapat ditumpuk dalam blok, satu di atas yang lain.


Sumber :

https://supplychainindonesia.com/prinsip-prinsip-warehousing/

Sumber foto :

https://supplyplusgbl.com/warehousing-storage/

Thursday, October 15, 2020

Warehouse dan Aktivitasnya

 Penasaran sama pekerjaan warehouse? Ini beberapa jawaban untuk pertanyaan yang sering diajukan!

Pekerjaan warehouse staff atau pergudangan, merupakan pekerjaan yang terkait dengan penyimpanan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan. Dari pengertian di atas, kayaknya bekerja jadi warehouse staff lumayan susah ya?

Modal awal yang harus kalian punya adalah fisik yang kuat dan siap bekerja keras. Dan kalau kalian udah punya pengalaman bekerja jadi warehouse staff, kalian bakalan punya segudang pengalaman yang pastinya bakal berguna buat kedepannya. 

Nah, buat tau lebih lanjut tentang pekerjaan gudang atau warehouse staff, yuk simak bareng-bareng pertanyaan yang sering ditanyakan untuk pekerjaan ini beserta jawaban-jawabannya yang paling tepat!


Biasanya pekerjaan di warehouse itu ada posisi untuk apa aja ya?

Sebenarnya ada banyak area yang terdapat di pekerjaan warehouse. Untuk pekerjaan Admin, biasanya pekerjaan yang berurusan dengan administrasi, input data barang, identifikasi barang yang ada melalui komputer, tracking keberadaan barang, dll.

Sedangkan untuk Warehouse Staff, pekerjaannya tergolong lebih mudah tapi memerlukan kesehatan fisik yang baik. Karena ruang lingkup pekerjaannya seperti memindahkan barang dari kendaraan atau ke kendaraan, memindahkan barang ke lokasi yang sudah ditentukan, mem-packing barang, dll.


Skill khusus atau sertifikat apa yang harus dimiliki untuk bekerja sebagai warehouse staff?

Emang benar, kalau ada beberapa pekerjaan di warehouse yang memerlukan skill khusus kayak mengendarai kendaraan besar atau menjalankan mesin berat. Jadi pastinya pekerjaan yang gampang dan modal terpenting buat calon pekerja yaitu memiliki keinginan bekerja yang kuat.


Apakah memang benar, kalau bekerja di bagian gudang harus memiliki kesehatan fisik yang baik?

Yup, untuk bekerja menjadi warehouse staff kamu harus memiliki kekuatan fisik yang kuat dan stamina yang baik. Soalnya kamu bakalan berurusan dengan banyak barang-barang di gudang yang mungkin harus kamu angkat, harus kamu pindahkan ke tempat-tempat yang berbeda, bersiap-siap untuk pengiriman barang, dan terlebih kamu harus bisa berjalan lebih cepat daripada biasanya karena harus mencapai target pengiriman di tiap harinya. Tapi sebenarnya, pekerjaan ini tidak seberat yang kamu bayangkan kok!


Aman gak kalau nantinya kita bakalan kerja di gudang?

Pastinya aman dong, karena di lokasi kerja kamu akan selalu dibekali perlengkapan keamanan yang wajib kamu selalu pakai ketika bekerja.


Kalau bekerja di Gudang, ada istilah-istilah yang harus kita pahami gak?

Tentunya ada beberapa kata atau istilah yang sering banget digunakan dalam pekerjaan menjadi Warehouse Staff. Ini ada beberapa istilah umum yang bakal kamu sering temukan kalau bekerja di gudang!


WMS (Warehouse Management System)

WMS (Warehouse Management System) atau sistem manajemen pergudangan adalah suatu sistem yang didukung teknologi informasi untuk membantu pengawasan pergerakan barang masuk, dan pergerakan dalam warehouse dan barang keluar.


Picking and Packaging (Pick and Pack)

Memilih dan mengemas adalah bagian utama dari penerimaan barang dan distribusi. Hal Ini melibatkan penerimaan barang ke gudang, pembongkaran kontainer ke barang yang relevan, memilih barang untuk setiap tujuan, mengemasnya kembali, dan memberi label buat didistribusikan kembali.


Logistic

pengertian logistik disini adalah sebagai fungsi yang melibatkan perpindahan, mengatur perpindahan barang, dan penyimpanan material/barang dalam perjalanannya dari pengirim awal, melalui rantai pasok, dan sampai ke pelanggan akhir.


Reverse Logistic

Reverse Logistics adalah hak untuk para pelanggan untuk mengembalikan material/barang yang rusak, tidak sesuai dengan yang diinginkan, atau tidak sesuai dengan pesanan. Reverse Logistics menangani pengembalian, pengembalian dana, distribusi barang yang akan dikirimkan ulang, dan menangani barang yang dikembalikan ke gudang.


Sumber :

https://www.workmate.asia/id/blog/penasaran-sama-pekerjaan-warehouse-ini-beberapa-jawaban-untuk-pertanyaan-yang-sering-diajukan

Sumber foto :

https://www.flockfreight.com/2020/03/17/3-warehouse-technology-trends-of-2020/

The Bioeconomy is Much More Than a Circular Economy

The concepts of bioeconomy, circular economy and biomass cascading have similar targets, but neither is fully part of the other nor embedded...