Sunday, December 20, 2020

Kaizen untuk Peningkatan Kualitas dan Produktivitas

Pengertian Kaizen dalam Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Produksi

Pengertian Kaizen dalam Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Produksi  – Kaizen adalah salah satu strategi dalam menerapkan Lean Manufacturing pada sebuah perusahaan.  Istilah Kaizen berasal  dari bahasa Jepang yaitu kata KAI [改] dan ZEN [善].  

Kata “KAI” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti “berubah” sedangkan “ZEN” yang artinya adalah “Baik”. Jadi jika diartikan secara langsung maka arti Kaizen adalah “Merubah menjadi lebih baik”. 

Di dalam Industri, Kaizen merupakan suatu strategi yang dipergunakan untuk melakukan peningkatan secara terus-menerus ke arah yang lebih baik terhadap proses produksi, kualitas produk, pengurangan biaya operasional, mengurangi pemborosan hingga peningkatan keamanan kerja.

Penerapan Strategi Kaizen dalam sebuah perusahaan memerlukan usaha dan kerjasama dari semua level karyawan perusahaan mulai dari level terendah sampai dengan yang Manajemen Puncak. Penerapan Strategi Kaizen lebih difokuskan pada perbaikan-perbaikan yang berskala kecil-menengah sehingga proyek-proyek perbaikan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. 

Rata-rata proyek-proyek Kaizen diselesaikan dalam waktu yang singkat seperti dalam hitungan minggu dan tidak memerlukan biaya perbaikan yang besar. Metode-metode yang dipergunakan dalam identifikasi proyek-proyek Kaizen antara lain adalah Metode DMAIC  dan Metode PDCA.


Tujuan dan Keuntungan Penerapan Kaizen

Tujuan dan Keuntungan setelah menerapkan Aktivitas Strategi Kaizen antara lain :

  • Menghindari biaya yang tersembunyi yang berasal dari 7 pemborosan (seven waste) dalam proses Produksi
  • Memberikan nilai tambah pada operasional produksi sehingga dapat meningkatkan kualitas produk dengan biaya terendah dan memperpendek waktu pengiriman kepada pelanggan.
  • Dapat melakukan perubahan dalam waktu yang relatif singkat dan biaya yang rendah.

Kaizen bukan hanya meng-identifikasikan proses-proses yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap prosedur dan standarisasi pekerjaan yang telah ada ataupun menetapkan Standar baru dalam pekerjaan.


Standarisasi pada penerapan Kaizen

Untuk mendukung Penerapan Strategi Kaizen, diperlukan standarisasi dalam proses produksi maupun prosedur kerja. Berikut ini adalah beberapa hal yang penting untuk melakukan Standarisasi :


Standarisasi Teknik atau Metode Proses Pengerjaan

(Standard Work Technique)

Setelah melakukan perbaikan terhadap suatu proses, maka diperlukan standarisasi terhadap proses pengerjaan maupun alat-alat dan metode pengerjaannya sehingga dapat melakukan prediksi terhadap waktu pengerjaan dan dapat diteruskan kepada pekerja lainnya dengan metode pekerjaan yang sama.


Standarisasi Siklus Waktu Pengerjaan

(Standard Cycle Time)

Perlu diadakan perhitungan terhadap siklus waktu dalam mengerjakan suatu proses sehingga dapat mengetahui proses mana yang perlu dilakukan perbaikan. Contoh daripada Siklus waktu antara lain adalah waktu pemasangan komponen, waktu melakukan Inspeksi, waktu loading Mesin, waktu penyolderan dan bahkan waktu transportasi seperti jalan menuju proses tertentu maupun waktu peletakan komponen kedalam kotak komponen. Siklus waktu kerja harus kurang dari atau sama dengan Takt Time suatu proses. Jika Siklus waktu lebih dari Takt Time yang ditentukan, maka harus melakukan pendistribusian ulang beban kerja agar terjadi keseimbangan (Balance).


Standarisasi Urutan Kerja

(Standard Work Sequence)

Untuk dapat mempertahankan Siklus Waktu Pengerjaan, diperlukan standarisasi urutan dan metode kerja sehingga semuanya mengerjakan hal yang sama meskipun Orang (pekerja) dan Mesinnya berbeda-beda. Perlu diingat bahwa Strategi Kaizen adalah peningkatan yang dilakukan secara terus-menerus sehingga Standarisasi yang ditentukan tersebut akan dievaluasi lagi untuk perbaikan selanjutnya.


Standarisasi Jumlah WIP (Produk dalam Process)

(Standard WIP)

Kadang-kadang suatu tahap proses produksi memerlukan jumlah minimum untuk melanjutkan ke proses berikutnya seperti memerlukan waktu  pendinginan ataupun pemanasan yang lama sehingga memerlukan penyimpanan sejumlah unit untuk melanjutkan proses berikutnya.


Oleh Karena itu, perlu ditentukan jumlah WIP yang diharuskan saat menunggu proses selanjutnya. Jika terjadi kelebihan atau kekurangan WIP, maka hal ini menandakan adanya permasalahan yang perlu diselidiki dalam siklus waktu ataupun metode kerja.


Contoh sederhana penentuan Jumlah WIP.

Untuk memastikan Kualitas suatu produk, diperlukan pendinginan selama 10 menit sebelum melakukan proses selanjutnya. Siklus Waktu dalam menyelesaikan satu unit  produk adalah 0,5 menit (atau 30 detik), berapakah Jumlah WIP yang diperlukan untuk memastikan produksi dalam berjalan dengan lancar?


Penyelesaiannya :

Waktu pendinginan = 10 menit

Siklus Waktu/ unit  = 0.5 menit

10 / 0.5 = 20 unit


Jadi minimal jumlah WIP yang diperlukan adalah 20 unit untuk memastikan produksi dapat berjalan dengan lancar pada proses yang bersangkutan.


Sumber :

https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-kaizen-dalam-meningkatkan-kualitas-dan-produktivitas/

https://www.qualitygurus.com/kaizen/

Tuesday, December 15, 2020

Reverse Logistics

Apa itu Reverse Logistics / logistik terbalik?

Pertama dan terpenting, kita akan membahas apa sebenarnya yang dimaksud dengan logistik terbalik. Logistik terbalik dapat diartikan sebagai pemantauan siklus hidup produk Anda setelah sampai ke tangan konsumen. Ini mencakup berbagai cara produk Anda dapat digunakan kembali atau masih digunakan setelah dibuang. Singkatnya, ini melibatkan semua cara berbeda untuk tetap menciptakan nilai dari produk kadaluwarsa.

Tidak diragukan lagi bahwa banyak rantai pasokan yang tidak mengkhawatirkan hasil atau pengembalian produk mereka setelah dikirimkan ke konsumen. Semua rantai pasokan ini mengkhawatirkan apakah konsumen telah menerima paket tepat waktu. Mereka tidak terlalu memikirkan umpan balik pelanggan mereka.

Sangat penting bagi setiap rantai pasokan untuk memastikan bahwa pelanggan menerima pesanan lengkap dan bahwa mereka mendapatkan persis seperti yang disebutkan dalam deskripsi produk. Ada berbagai tahapan di mana pengembalian produk harus melalui perusahaan seperti yang disebutkan di bawah ini.

  • Pengiriman produk yang dikembalikan ke rantai pasokan.
  • Pengujian kualitas produk yang dikembalikan untuk mengetahui apakah terdapat kesalahan pada produk atau tidak.
  • Mencantumkan kesalahan dalam produk yang dikembalikan.
  • Memperbaiki produk yang dikembalikan.

Reverse Logistics atau Logistik terbalik adalah untuk semua operasi yang terkait dengan penggunaan kembali produk dan bahan. Ini adalah "proses memindahkan barang dari tujuan akhir tipikal mereka untuk tujuan menangkap nilai, atau pembuangan yang tepat. 

Kegiatan remanufaktur dan refurbishing juga dapat dimasukkan dalam definisi logistik terbalik." Menumbuhkan perhatian hijau dan kemajuan hijau konsep dan praktik manajemen rantai pasokan membuatnya semakin relevan. 

Jumlah publikasi tentang topik logistik terbalik telah meningkat secara signifikan selama dua dekade terakhir. Penggunaan pertama dari istilah "logistik terbalik" dalam sebuah publikasi oleh James R. Stock dalam White Paper berjudul "Reverse Logistics," yang diterbitkan oleh Council of Logistics Management pada tahun 1992. 

Konsep ini selanjutnya disempurnakan dalam publikasi berikutnya oleh Stock (1998) dalam buku Council of Logistics Management lainnya, berjudul Development and Implementation of Reverse Logistics Programs, dan oleh Rogers dan Tibben-Lembke (1999) dalam sebuah buku yang diterbitkan oleh Reverse Asosiasi Logistik berjudul Going Backwards: Reverse Logistics Trends and Practices.

Proses logistik terbalik mencakup pengelolaan dan penjualan surplus serta peralatan dan mesin yang dikembalikan dari bisnis penyewaan perangkat keras. Biasanya, logistik menangani peristiwa yang membawa produk ke pelanggan. 

Dalam kasus logistik terbalik, sumber daya mundur setidaknya satu langkah dalam rantai pasokan. Misalnya, barang berpindah dari pelanggan ke distributor atau ke pabrik.

Ketika produk pabrikan biasanya bergerak melalui jaringan rantai pasokan, itu akan menjangkau distributor atau pelanggan. Setiap proses atau manajemen setelah pengiriman produk melibatkan logistik terbalik. 

Jika produk rusak, pelanggan akan mengembalikan produk tersebut. Perusahaan manufaktur kemudian harus mengatur pengiriman produk yang rusak, menguji produk, membongkar, memperbaiki, mendaur ulang, atau membuang produk. 

Produk akan melakukan perjalanan terbalik melalui jaringan rantai pasokan untuk mempertahankan penggunaan apa pun dari produk yang cacat. Logistik untuk hal-hal tersebut adalah logistik terbalik.


Sumber :

https://www.swissairroadcargo.com/importance-reverse-logistics/

https://en.wikipedia.org/wiki/Reverse_logistics

Thursday, December 10, 2020

Membangun Bisnis dari Nol

20 Tips Sukses Bangun Bisnis dari Nol

Ingin Membangun Bisnis tapi Masih Bingung Mulai dari Mana? 

Hampir sebagian besar orang memimpikan menjadi seorang pebisnis besar dan sukses. Tapi, hanya sebagian kecil yang benar-benar hidup menjalani mimpi tersebut.

Alasannya sederhana, merintis dan mengelola usaha sendiri tidak semudah yang dibayangkan. Selain harus memiliki mental sekuat baja, ada hal penting lain yang harus dipersiapkan matang.

Nah, kira-kira hal apakah yang dibutuhkan untuk mulai membangun usaha Anda hingga sukses? Dikutip dari Cermati.com, Senin (20/11/2017), simak 20 rahasia sukses membangun bisnis mulai dari nol berikut ini:


1. Yakinkan dirimu

Mulailah untuk lebih memantapkan hati sebelum memutuskan pilihanmu. Apabila masih setengah hati saat mulai membangun usaha, Anda akan lebih mudah dijatuhkan oleh keadaan. Alih-alih sukses, usaha yang Anda bangun justru berhenti di tengah jalan.


2. Persiapkan model bisnis yang akan dijalankan

Jika hati sudah mantap, cobalah untuk mulai memikirkan model bisnis apa yang akan Anda jalankan nanti. Anda bisa mulai mencari tahu informasi tren bisnis yang sedang berkembang.


3. Berpikir “Out of The Box”

Tidak ada pebisnis yang sukses tanpa berpikir kreatif. Bisnis transportasi online misalnya, ia melihat peluang bagaimana bisnis ini nantinya menjadi solusi masyarakat urban. Nah, jadi biasakan untuk mengasah kemampuan berpikir menjadi lebih kreatif ya.


4. Siapkan “Visi dan Misi” yang jelas

Hal terpenting saat akan memulai usaha adalah membuat rencana bisnis yang memiliki fleksibilitas dan inovasi bisnis di dalamnya, jangan lupa sertakan “Visi dan Misi” yang jelas usaha yang tengah Anda rintis.


5. Organisir diri

Mulailah dengan membiasakan diri lebih terorganisir. Hal ini sangat penting sebagai modal diri dalam mengatur usaha Anda. Sederhananya, jika Anda tak bisa mengorganisir diri, bagaimana Anda akan mengorganisir semua elemen bisnis Anda?


6. Rajin membuat catatan

Catat semua hal penting yang Anda dapat. Mulai dari nasihat orang lain, hingga tantangan-tantangan yang Anda hadapi saat mengelola usaha Anda. Dengan harapan, bila waktunya tiba, Anda tak hanya mewariskan sebuah perusahaan melainkan juga pengalaman Anda. 


7. Fokus pada satu bisnis dulu

Jangan terburu-buru menggandakan keuntungan dengan memulai bisnis ke dua. Pastikan bisnis yang Anda kelola saat ini sudah benar-benar stabil, baik dari segi modal, SDM, maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya.


8. Siap menghadapi kemungkinan terburuk

Nyali memang diperlukan untuk benar-benar terun menjadi pebisnis. Namun, itu saja tidak cukup, analisa dan siapkan diri Anda pada kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.


9. Terbuka terhadap setiap evaluasi

Salah satu rahasia kesuksesan adalah “proses belajar”. Jadilah orang yang selalu terbuka terhadap kritik dan nasihat dari orang lain. Cobalah untuk melakukan evaluasi terhadap kekurangan diri pada saat berbisnis.


10. Terus belajar dan jangan cepat puas

Setiap perjalanan bisnis pasti ada “naik dan turun”. Saat bisnis yang Anda kelola sedang di atas angin, jangan cepat puas. Gunakan momentum ini untuk semakin mengakselerasi bisnis. Begitupun pada saat bisnis Anda sedang lesu, jangan lantas putus asa. Buka hati dan jangan malu untuk bertanya kepada pengusaha senior.


11. Jalankan bisnis yang Anda sukai

Menjalani sesuatu sesuai dengan passion akan membuat sesorang lebih rileks, bahkan saat sedang diterjang situasi sulit sekalipun. Hal ini juga berlaku di dalam dunia bisnis. Dengan begitu, Anda dijamin tak akan kesulitan dalam mempertahankan komitmen.


12. Jalankan bisnis yang Anda kuasai

Bicara bisnis tentu bicara keuntungan. Ada kalanya hal yang Anda sukai kurang menguntungkan, baiknya Anda kesampingkan dulu hal yang Anda sukai dan fokus kepada yang Anda kuasai. Pahami potensi Anda, lalu terapkan ke dalam fokus bisnis Anda.


13. Siapkan modal usaha

Sekarang kita bahas faktor eksternal dalam memulai usaha. Pertama-tama soal modal. Pastikan apakah modal dalam bisnis Anda berasal dari dana pribadi atau dari hasil patungan. Bila dari hasil patungan, pastikan semuanya diatur secara jelas, hitam di atas putih. Agar nantinya tak ada yang merasa dirugikan saat bagi hasil.


14. Lihat peluang bisnis

Sedikit bocoran, sejak beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah Indonesia sedang menaruh perhatian besar di sektor perdagangan digital. Nah hal ini adalah contoh peluang bisnis yang dapat Anda manfaatkan. Anda bisa mulai berdagang secara online, atau bahkan mendirikan perusahaan startup berbasis digital.


15. Tentukan target pasar

Seorang calon pengusaha yang sukses haruslah pandai menganalisa target pasar. Meski ia memiliki produk dengan kualitas terbaik, namun, jika ia tidak memiliki pasar yang tepat, maka penjualan produk yang dilakukan akan mengalami kesulitan.


16. Persiapkan operasional

Pastikan semua kebutuhan bisnis Anda dapat dipenuhi oleh alat atau mesin penunjang operasional. Anda bisa mempersiapkannya dengan cara membeli atau menyewa. Tergantung dangan besarnya modal yang sudah ada.


17. Pilih SDM yang tepat

Sumber daya manusia adalah salah faktor krusial apakah bisnis Anda dapat bertahan atau tidak. Sebab tak mungkin Anda mengelola semuanya sendirian. Pastikan SDM yang Anda pekerjakan mendatangkan manfaat alih-alih mudarat.


18. Pahami kompetisi

Dunia bisnis adalah dunia yang sarat akan kompetisi. Untuk memenangkan persaingan, cara terbaik adalah mempelajari dan belajar dari pesaing Anda. Jangan malu mengakui keunggulan pesaing Anda, tetapi juga jangan mau kalah. Belajarlah dari keunggulan pesaing Anda, sikapi dengan positif dan cari cara bagaimana Anda bisa menjadi lebih unggul.


19. Mental baja

Satu kali pasti bisnis Anda akan mengalami penurunan, bahkan tidak jarang yang mengalami kebangkrutan. Jika dihadapkan pada kondisi ini, jangan memutuskan untuk berhenti. Sebab apa yang sudah dimulai sayang jika tak diselesaikan. Semua yang Anda butuhkan sudah ada di genggaman, pengalaman. Jadikan pengalaman sebagai modal berharga agar nantinya sukses bisa Anda raih.


20. Action

Hal terpenting dari membangun bisnis adalah “memulai”. Memang tidak gampang, tapi langkah pertama sangat diperlukan. Sukses bukan jatuh dari langit, ia tidak datang sendiri. Sukses didapat lewat perjalanan dan usaha tak kenal lelah. Jadi mulai pijakkan langkah pertama Anda menuju kesuksesan.


Sumber :

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3166427/20-tips-sukses-bangun-bisnis-dari-nol

Saturday, December 5, 2020

Motivasi Kerja Agar Bersemangat

7 Cara Tingkatkan Motivasi Kerja Agar Kembali Bersemangat



Setelah bersantai di akhir pekan pasti rasanya berat untuk kembali masuk kerja di hari Senin. Untuk itu, penting bagi pekerja untuk mencari motivasi kerja agar bisa semangat kembali menyambut hari Senin.

Apalagi jika mengingat suasana kantor yang membuat jenuh, tugas dan deadline yang menumpuk serta target yang harus dicapai. Hal-hal seperti ini bisa menurunkan motivasi kerja dan mempengaruhi kinerja kalian.

Berikut tujuh cara meningkatkan motivasi kerja agar selalu semangat menyambut hari Senin yang dirangkum Wolipop dari The Muse:


1. Jangan Anggap Pekerjaan Sebagai Beban

Motivasi kerja yang harus selalu diingat adalah jangan menganggap pekerjaan sebagai beban yang berat. Anggap proyek yang kalian lakukan sebagai bagian dari puzzle yang bisa membantu kalian meningkatkan jenjang karier, dengan begitu energi yang dibutuhkan untuk bekerja akan datang dengan mudah.


2. Buat Goal yang Lebih Kecil

Mengerjakan proyek besar pasti akan membuat kalian kebingungan harus mulai dari mana. Untuk itu daripada fokus pada goal berskala besar yang mengerikan lebih baik pecahkan goal tersebut menjadi porsi yang lebih kecil yang bisa dikerjakan secara perlahan.


3. Rajin Membaca

Menyisihkan waktu untuk membaca di saat ingin mencari motivasi kerja terdengar kontra-produktif. Tapi, kadang melakukan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan kita bisa membantu produktivitas.

Bangunlah kebiasaan membaca setiap hari, dimulai dari 20 menit di pagi hari selama satu bulan. Kebiasaan ini akan membentuk cara berpikir kalian secara jangka panjang sekaligus menginspirasi kalian.

Sebagai motivasi tambahan, banyak orang sukses yang menyebut kebiasaan membaca buku membantu kesuksesan mereka. Sebut saja Bill Gates, Warren Buffett dan Elon Musk.


4. Abaikan Hal Tidak Penting

Cara meningkatkan motivasi kerja untuk karyawan antara lain dengan mengabaikan hal tidak penting. Perhatikan to-do list kalian dan cari kegiatan atau tugas yang menurunkan motivasi dan tidak perlu dilakukan.

Coret kegiatan tidak penting tersebut dari agenda kalian. Kalian akan terus termotivasi untuk bekerja keras jika melakukan tugas yang benar-benar berarti atau bagian dari misi yang lebih besar.


5. Jangan Lupa Istirahat

Ketika sudah sampai di kantor, jangan terlalu fokus untuk menyelesaikan masalah hingga berjam-jam karena ini justru tidak produktif. Berhenti sejenak dan istirahatlah setiap satu atau dua jam.

Jangan habiskan waktu kalian hanya duduk di depan meja. Berdiri sejenak, luruskan kaki dan istirahatkan mata, maka kalian bisa kembali bekerja dengan jiwa dan raga yang lebih segar.


6. Cari Tujuan Bekerja

Contoh hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan motivasi kerja adalah dengan mengingat tujuan kalian bekerja. Semua orang pasti memiliki tujuannya sendiri untuk bekerja, misalnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membantu biaya sekolah adik, membiayai pengobatan orang tua atau untuk melanjutkan pendidikan.

Jangan lupakan juga tujuan profesional yang mendorong kalian bekerja. Kalian harus tahu bahwa pekerjaan yang kalian lakukan membawa perubahan dalam caranya sendiri, misalnya pada klien, perusahaan atau bahkan dunia.


7. Rayakan Semua Pencapaian

Cara meningkatkan motivasi kerja lainnya adalah dengan mengakui semua hal baik yang kalian lakukan, termasuk hal-hal kecil yang mungkin sebelumnya kalian anggap remeh.

Jika kalian selalu menunggu mendapatkan pencapaian yang sifatnya jangka panjang, kalian bisa lupa betapa pentingnya pencapaian kecil yang bisa dicapai sehari-hari.

Hal ini bisa membuat motivasi kalian menurun, apalagi jika tidak ada "hadiah" yang menunggu kalian. Manjakan diri kalian dengan merayakan semua pencapaian, sekecil apa pun itu.


Sumber :

https://wolipop.detik.com/worklife/d-4771076/7-cara-tingkatkan-motivasi-kerja-agar-kembali-bersemangat

https://www.amazon.com/Motivation-Loading-Please-Wait-Selbstinspiration/dp/B08924DGQ1

Monday, November 30, 2020

Mencapai Sustainable Development Goals

Hanya 10 tahun lagi untuk mencapai Sustainable Development Goals tetapi pelaku usaha masih sibuk dengan tahap awal untuk berintegrasi dan berkembang

20 Januari 2020

Tinggal satu dekade lagi untuk melaksanakan Sustainable Development Goals yang diratifikasi pada 2015. Tindakan, perencanaan, dan target yang terintegrasi semuanya penting agar tindakan usaha dapat berkontribusi terhadap progres SDG nasional. 

Analisis PwC terhadap lebih dari 1.000 laporan yang diterbitkan oleh perusahaan yang terdaftar di bursa, swasta, dan sektor publik, menyoroti bahwa dengan sisa waktu sepuluh tahun untuk melaksanakan Sustainable Development Goals/SDG (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan jika pelaku usaha ingin memberikan kontribusi yang bermakna terhadap upaya nasional untuk mencapai SDG.

Penilaian tahunan PwC terhadap pelaporan publik tentang SDG menilai tingkat integrasi antara tujuan SDG dan kepemimpinan, strategi usaha, dan pelaporan, sebagai indikator kontribusi vital pelaku usaha terhadap pencapaian komitmen yang dinyatakan Pemerintah dalam sepuluh tahun ke depan. 

Hampir tiga per empat (72%) perusahaan yang dianalisis merujuk tujuan tersebut dalam pelaporan publik mereka, hanya lebih dari setengah perusahaan yang menyebut tujuan tersebut dalam laporan tahunan mereka. Hanya 1% dari keseluruhan sampel yang melaporkan upaya kuantitatif untuk menunjukkan progres mereka terhadap tujuan tersebut.

Sekarang sudah empat tahun sejak Tujuan Pembangunan Berkelanjutan diratifikasi secara bulat oleh semua 193 negara anggota PBB sebagai kerangka kerja universal untuk cara hidup dan operasi yang lebih berkelanjutan. Walaupun Pemerintah di seluruh dunia memiliki tanggung jawab utama untuk melaksanakan tujuan tersebut, mereka tidak dapat mencapainya tanpa dukungan dari pelaku usaha.

Meskipun terdapat kesadaran yang baik secara keseluruhan, progres terhadap SDG dapat dihambat dengan kurang spesifiknya target, pengukuran, dan integrasi bisnis yang lebih luas. Pelaporan progres terhadap SDG yang dibutuhkan untuk mencapai ambisi tersebut masih sangat minim, padahal tujuan tersebut menawarkan bahasa dan kerangka kerja bersama untuk membangun pandangan yang lebih transparan terhadap masalah-masalah, progres, dan skala perubahan yang dibutuhkan. Hanya 1% perusahaan yang dianalisis mengukur kinerja mereka terhadap target SDG secara spesifik.


Dari perusahaan-perusahaan yang dianalisis:

Satu dari lima pemimpin merujuk SDG dalam proyeksi mereka untuk tahun tersebut – menunjukkan bahwa tujuan tersebut masuk ke dalam agenda dewan.

Dari perusahaan yang merujuk SDG, 59% merujuk tujuan tersebut sebagai bagian dari laporan kinerja keberlanjutan mereka, sedangkan hanya lebih dari setengah (51%) menyebut tujuan tersebut di dalam laporan tahunan mereka.

14% menyebut target SDG secara spesifik: dari angka tersebut, 39% mengidentifikasi ambisi kualitatif, dan 20% ambisi kuantitatif.

Hanya 34% dari perusahaan yang menyebut SDG (25% dari semua perusahaan yang dianalisis), menyebutnya pada bagian pelaporan mereka yang membahas strategi bisnis.

Sebagian besar perusahaan mengidentifikasi tujuan Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi sebagai fokus mereka, tetapi tujuan yang berkaitan dengan sumber daya alam atau kesejahteraan, yang penting bagi keberlanjutan bisnis kurang ditekankan.

 

Louise Scott, PwC Global Sustainable Development Goals Leader, mengatakan

“Meskipun kesadaran cukup tinggi, tanpa pengukuran dan pelaporan yang terintegrasi, progres dan langkah kebijakan yang relevan tidak dapat diidentifikasi pada tingkat perincian yang diperlukan untuk sungguh-sungguh mendorong progres untuk mencapai SDG.”

“Perusahaan mulai memprioritaskan tujuan-tujuan yang mereka percaya relevan dengan SDG, tetapi kita jarang merembukkan bagaimana kita dapat melakukan pendekatan terhadap tujuan tersebut. Tujuan berkaitan dengan air, tanah, dan energi memiliki peluang dan risiko strategis untuk hampir setiap sektornya, tetapi tidak diidentifikasi secara luas sebagai pertimbangan pada strategi dan investasi bisnis masa depan.”

“Tujuannya praktis, yaitu kerangka kerja pengelolaan risiko dan peluang dari sudut pandang pelaku usaha. Walaupun perusahaan tidak perlu secara spesifik merujuk tujuan-tujuan untuk mengambil tindakan, kita seharusnya melakukan identifikasi masalah-masalah yang mendasari tujuan tersebut dan strategi untuk mengatasi masalah tersebut, dan sayangnya kita belum melakukan itu.”

Marina R. Tusin, PwC Indonesia Consulting Leader, menambahkan, “Para pemimpin bisnis perlu menanamkan SDG dalam cara mereka berpikir, merencanakan, dan menjalankan bisnis. Jadikan cara-cara tersebut bagian dari proses pengambilan keputusan. Benamkan ke dalam kehidupan sehari-hari organisasi - budaya, nilai-nilai, hubungan dan keterlibatan karyawan. Sambungkan tujuan perusahaan dengan nilai yang diciptakan oleh bisnis di seluruh bagian manusia, planet, dan ekonomi dan jelaskan bagaimana hal tersebut dapat berkontribusi pada target SDG tertentu.”


Sumber :

https://www.pwc.com/id/en/media-centre/press-release/2020/indonesian/hanya-10-tahun-lagi-untuk-mencapai-sustainable-development-goals.html

Wednesday, November 25, 2020

Tips Mengelola Manajemen Perusahaan

Mengelola Manajemen Perusahaan yang Berkualitas

Sebuah organisasi atau perusahaan membutuhkan sebuah sistem dan metode untuk mengatur jalannya operasional dan memastikan bahwa operasional berjalan dengan baik.  Manajemen lah yang menjadi metode untuk operasional tersebut dan tak terpisahkan dalam perusahaan. Ruang lingkup manajemen perusahaan mencakup pengelolaan, koordinasi, dan mengawasi segala operasional yang ada. Operasional perusahaan tak akan berjalan mulus tanpa manajemen yang bagus. 


Pengertian Manajemen 

Istilah manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu “management” yang berarti pengelolaan. Jika merujuk untuk penggunaan dalam organisasi dan perusahaan, manajemen adalah suatu proses untuk membuat rencana, mengarahkan dan koordinasi, mengendalikan, dan mengontrol segala sumber daya dalam perusahaan dan organisasi guna efisiensi dan efektifitas proses. 


Unsur-unsur Manajemen

Ada 6 unsur yang mempengaruhi keberhasilan suatu manajemen perusahaan.  Unsur-unsur ini saling terkoneksi dan tak terpisahkan satu dengan yang lain. Bila salah stau undur taktrecapai, maka unsur lainnya pun tak akan tercapai. Berikut ini unsur-unsur manajemen tersebut:


Manusia (human)

Kualitas manusia menentukan bagaimana bisnis berkembang. Maka itulah sumber daya manusia adalah unsur terpenting dalam manajemen. Tanpa sumber daya manusia, perusahaan, mustahil bagi perusahan untuk menentukan dan menyusun rencana terbaik dan mencapai rencananya.  Hal tersebut disebabkan manusia adalah pemegang kontrol terbesar atas unsur-unsur manajemen yang lain. 


Uang (money)

Uang adalah modal untuk mendirikan awal usaha dan berfungsi sebagai alat pengukur nilai. Kesuksesan perusahaan bisa dilihat dari jumlah uang yang didapat perusahaan. Uang dapat membantu perusahaan untuk menentukan keputusan bisnis berkaitan dengan berapa banyak uang untuk membeli mesin baru, penggajian karyawan, hingga seberapa banyak uang yang harus diperoleh agar perusahaan untung.


Bahan (materials)

Bahan terdiri dari bahan setengah jadi dan bahan jadi. Mutu bahan mempengaruhi produk output perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus  memastikan stabilitas  pasokan bahan baku ke perusahaan dan menggunakan bahan terbaik untuk menghasilkan produk yang memuaskan kebutuhan konsumen.


Mesin (machine)

Bahan yang baik tidak dapat diproses tanpa mesin yang baik. Proses produksi bisa terhambat ketika mesin perusahaan tak mumpuni untuk melakukan produksi. Mesin tak hanya terbatas pada mesin yang  menghasilkan produk barang, melainkan juga mesin pendukung operasional seperti printer, router, komputer, dan lainnya yang mendukung proses bisnis perusahaan. 


Metode (methods)

Metode yang tepat mampu menjalankan seluruh unsur manja,emen lebih efektif dan efisien. Disitulah perusahaan perlu menentukan metode terbaik untuk perusahaan seperti ranah industri atau business model perusahaan. Metode terbaik akan menghubungkan satu divisi dengan divisi lain sehingga perusahaan dan seluruh karyawan bisa bekerja untuk mencapai tujuan bersama.


Pasar (market)

Produk apapun akan sia-sia jika tak ada permintaan dari pasar yang cukup. Jika hal tersebut terjadi, kemungkinan proses produksi akan terhambat dan mengancam keberlangsungan perusahaan. Itulah sebabnya mengapa perusahaan melakukan pemasaran untuk menarik konsumen yang menjadi target pasar melalui bermacam cara seperti advertising online maupun offline. 


Fungsi Manajemen Perusahaan

Setelah memahami apa saja unsur manajemen dan bagaimana unsur-unsur tersebut saling mempengaruhi perusahaan,selanjutnya mari mengulik fungsi manajemen dalam perusahaan. Dalam ilmu manajemen secara umum, manajemen memiliki fungsi perencanaan (planning), pengorganisirsan (organizing), pengendalian (controlling), dan pengarahan (directing). Fungsi umum ilmu manajemen tersebut mempengaruhi implementasi dan fungsi manajemen perusahaan. 


Rencana Kerja Perusahaan

Fungsi manajemen perusahaan yang paling umum adalah membuat rencana kerja perusahaan untuk periode bisnis tertentu. Pembuatan rencana dilakukan dengan matang berlandaskan kepada target, anggaran, prosedur, penggunaan unsur manajemen, dan deadline yang jelas. 


Menyusun Kegiatan Perusahaan

Manajemen memiliki fungsi  untuk menyusun kegiatan yang dilakukan berdasarkan rencana. Penyusunan kegiatan berjalan lebih efektif dan efisien dengan perencanaan yang kuat. Masing-masing komponen manajemen harus memiliki deskripsi yang jelas dan rinci sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.


Memimpin Pelaksanaan Program

Tugas memimpin pelaksanaan program ada pada manajer di setiap divisi. Tugas utama manajer adalah mengarahkan karyawan dalam divisi untuk bekerja sesuai dengan rencana. Adapun tugas lain dari seorang manajer adalah memastikan dan mengawasi bahwa kinerja karyawan dalam divisi yang dipimpinnya sudah sesuai.


Pengendalian dan Pengawasan 

Pengendalian dan pengawasan dalam perusahaan  dilakukan untuk mengukur progres implementasi rencana, evaluasi rutin, dan menemukan masalah atau hambatan, dan menentukan solusi yang terbaik. Sering kali perusahaan dihadapkan dengan berbagai masalah seperti penentuan job desk yang kurang jelas, penyimpanan data perusahaan yang berantakan, dan sebagainya. Perusahaan dituntut untuk menemukan solusi terbaik untuk menjaga kelangsungan bisnis.


Sumber :

https://www.linovhr.com/mengelola-manajemen-perusahaan/

Friday, November 20, 2020

Kenapa Harus Kaizen?

INI 7 KEUNTUNGANNYA UNTUK PERUSAHAAN & KARYAWAN

“Kaizen berarti perbaikan. Selain itu, (Kaizen) berarti peningkatan berkelanjutan dalam kehidupan pribadi, kehidupan rumah tangga, kehidupan sosial, dan kehidupan kerja. Ketika diterapkan di tempat kerja, Kaizen berarti peningkatan berkelanjutan yang melibatkan semua orang—baik manajer maupun staf.” — Masaaki Imai, Pendiri Kaizen Institute

Kaizen adalah filosofi Jepang, yang jika diterapkan pada perusahaan dipercaya akan membawa perubahan konstan untuk meningkatkan produktivitas. Ini adalah sebuah pemikiran yang menegaskan bahwa perubahan adalah satu-satunya cara untuk maju.

Kaizen menekankan pada peningkatan produktivitas dengan menghilangkan muri atau kerja keras yang tidak perlu. Dalam Bahasa Inggris, istilah tersebut sebenarnya diartikan menjadi “perubahan menjadi lebih baik.”

Motto Kaizen adalah “menjaga dan memotivasi sumber daya perusahaan sebisa mungkin, untuk mendorong mereka agar terus berpartisipasi dalam kegiatan kaizen.”Untuk mencapai penyelesaian proses yang sukses dengan menggunakan Kaizen, perusahaan memang membutuhkan partisipasi dari manajemen tingkat atas hingga karyawan tingkat dasar.


Lalu apa bedanya dengan Kaizen Event?

Kaizen Event adalah sebuah proyek improvement tunggal yang dilakukan pada satu waktu. Ini adalah inisiatif jangka pendek yang terkoordinasi dan dirancang untuk mewujudkan beberapa jenis perbaikan selama periode waktu tertentu.

Ada banyak cara yang berbeda untuk Kaizen Event dapat berlangsung tergantung pada jenis perusahaan, sistem apa yang digunakan, dan masih banyak lagi. Satu hal penting yang perlu diingat tentang Kaizen Event adalah bahwa proyek tersebut tidak boleh dipandang sebagai upaya yang berkelanjutan.

Tapi sebelum menggunakan Kaizen Event untuk menghilangkan pemborosan dan meningkatkan produktivitas, Anda perlu tahu semua manfaat dari Kaizen secara umum.


1) Peningkatan Produktivitas

Salah satu manfaat Kaizen terbesar adalah peningkatan produktivitas di pabrik, kantor dan fasilitas perusahaan. Ketika diterapkan dengan benar, Anda akan mengidentifikasi area di mana ada waste, dan kemudian mencari cara untuk memperbaikinya.

Menghilangkan segala jenis waste akan meningkatkan produktivitas. Walaupun Kaizen tidak menghasilkan peningkatan dramatis dalam semalam, inisiatif ini memang memfasilitasi lingkungan kerja untuk memudahkan improvement yang berkelanjutan.

Seiring waktu, Anda akan menemukan bahwa fasilitas Anda beroperasi jauh lebih produktif daripada sebelumnya. Salah satu manfaat terbesar Kaizen adalah bahwa bahkan setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah proyek peningkatan produktivitas, Anda masih akan mencari dan menemukan cara baru untuk meningkatkan produktivitas lebih banyak lagi.


2) Pengurangan biaya

Selain meningkatkan kualitas produk yang dibuat dan produktivitas pabrik/fasilitas secara umum, Kaizen dapat membantu mengurangi biaya (cost reduction). Waste menimbulkan biaya yang tak sedikit. Karenanya, jika dihilangkan, perusahaan akan menghemat biaya.

Apakah penghematan berupa hard cost saving ataupun soft cost saving, perusahaan akan mendapat manfaat melalui penghematan jangka panjang.

Setiap kali menerapkan strategi Kaizen, Anda bisa menyusun prosedur untuk mengetahui bagaimana biaya dievaluasi dan diukur. Hal in akan memudahkan Anda untuk mengetahui dengan pasti berapa banyak uang yang dihemat. Semua itu adalah hasil perubahan yang dilakukan dengan strategi Kaizen.


3) Komunikasi yang Lebih Baik

Keuntungan yang didapatkan pabrik/fasilitas yang menerapkan Kaizen adalah karyawan yang bisa berkomunikasi lebih baik. Karyawan merasa diberdayakan untuk berkomunikasi dengan manajemen. Manajemen akan berinteraksi dengan karyawan untuk menerapkan perubahan. Sederhananya, strategi Kaizen yang efektif dapat membantu membentuk komunikasi yang lebih baik di setiap lini.

Walaupun peningkatan komunikasi bukan salah satu manfaat Kaizen yang dikira bisa didapat, hal itu sebenarnya salah satu yang paling penting. Komunikasi sangat penting untuk semua jenis pabrik/fasilitas. Ketika menggunakan strategi Kaizen, Anda akan menemukan bahwa komunikasi makin baik, dan proses kerja pun makin lancar.


4) Peningkatan Moral Karyawan

Tak banyak perusahaan yang mengira bahwa karyawan akan merasa lebih senang ketika Kaisen dijalankan. Namun faktanya adalah, karena Kaizen melibatkan karyawan di semua tingkatan. Karena itulah, karyawan bisa lebih banyak berkontribusi untuk keberhasilannya. Ketika karyawan sadar bahwa ide dan saran mereka ditanggapi dengan serius—dan diterapkan di pabrik/fasilitas—moral mereka meningkat secara signifikan.

Karyawan yang lebih bahagia dengan lingkungan kerja akan lebih produktif. Mereka tak mudah resign dan mau berupaya sebaik mungkin untuk perusahaan. Mempertahankan karyawan yang terlibat dengan perbaikan dan pengarahan fasilitas adalah hal yang bagus. Itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi juga mendorong mereka untuk membantu mengidentifikasi peluang perbaikan di masa depan.


5) Pemecahan Masalah Segera

Menemukan dan menghadapi masalah membantu dalam menyelesaikannya lebih cepat. Kaizen adalah solusi bagus untuk menemukan untuk memecahkan masalah. Pemecahan masalah langsung mengurangi waktu tunggu, dan mengembalikan proses produksi kepada jalur yang benar. Seringkali, solusi Kaizen Event yang sifatnya sementara memberi pengaruh besar mewujudkan perbaikan permanen dalam proses.


6) Peningkatan Kualitas

Anda dapat menemukan cara untuk meningkatkan kualitas fasilitas/pabrik Anda. Ini bisa berupa peningkatan kualitas keseluruhan produk yang Anda buat, atau peningkatan kualitas mesin yang Anda gunakan. Menemukan peluang peningkatan kualitas adalah bagian alami dari strategi Kaizen. Hal ini dapat membantu memberi manfaat bagi fasilitas/pabrik Anda secara dramatis.

Ketika masalah terpecahkan, kerja tim dibangun kembali dan sumber daya digunakan seefisien mungkin. Jika sudah demikian, kualitas produksi akan jadi lebih baik. Dengan proses baru yang tercipta, pekerjaan menjadi jauh lebih efisien. Manajemen waktu pun bisa ikut membaik.


7) Pemanfaatan Sumber Daya yang Optimal

Karena sumber daya digunakan dengan efisien, mereka dapat digunakan untuk tujuan yang diperlukan. Penerapan Kaizen akan memperbaiki proses produksi dan secara otomatis, sumber daya digunakan secara bijak. Kaizen membantu pabrik/fasilitas untuk memenuhi tuntutan besar dengan sumber daya terbatas, dengan memprioritaskan kebutuhan.


Sumber :

https://pqm.co.id/kenapa-harus-kaizen-ini-7-keuntungannya-untuk-perusahaan-karyawan/

Sumber foto :

https://id.pinterest.com/pin/643451865488517265/

Sunday, November 15, 2020

Prinsip-Prinsip Warehousing

Oleh: Dr. Zaroni, CISCP.

Gudang (warehouse) merupakan komponen penting dari rantai pasokan modern. Rantai pasokan melibatkan kegiatan dalam berbagai tahap: sourcing, produksi, dan distribusi barang, dari penanganan bahan baku dan barang dalam proses hingga produk jadi.

Warehouse dapat digambarkan sebagai bagian dari suatu sistem logistik sebuah perusahaan yang berfungsi untuk menyimpan produk dan menyediakan informasi mengenai status serta kondisi material/persediaan yang disimpan di gudang, sehingga informasi tersebut selalu up-to-date dan mudah diakses oleh siapa pun yang berkepentingan.

Warehouse merupakan bagian integral dari rantai pasokan. Tren tantangan dalam rantai pasokan, seperti peningkatan volatilitas pasar, dan kebutuhan untuk memperpendek lead time pelanggan, semua berdampak pada peran yang diharapkan dari adanya gudang.


Sasaran pengelolaan warehouse:

  • Speed. Kecepatan penyampaian ke pasar dan memenuhi perubahan permintaan, menjadi isu penting yang digunakan manajemen sebagai strategi dalam bersaing.
  • Efficiency. Efisiensi rantai pasok diukur dan diperbaiki secara terus-menerus oleh tim continuous improvement dari berbagai unit.
  • Effectiveness. Efektivitas yang memungkinkan pelanggan atau pengguna mendapatkan produk perusahaan dengan mudah.
  • Reliability. Keandalan informasi, komunikasi, dan eksekusi agar semua fungsi bekerja dengan baik.


Jenis warehouse dalam rantai pasokan sangat bervariasi, tergantung dari perannya dalam rantai pasokan (Rushton, 2010):

  • berdasarkan tahap dalam rantai pasokan, dikenal warehouse untuk penyimpanan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi;
  • berdasarkan wilayah geografis: misalnya, regional warehouse untuk melayani seluruh dunia atau beberapa negara, warehouse nasional untuk melayani daerah-daerah di seluruh wilayah satu negara, atau warehouse lokal untuk melayani wilayah tertentu;
  • berdasarkan jenis produk: misalnya, warehouse untuk penyimpanan suku cadang, gudang perakitan (misalnya untuk perakitan mobil), makanan beku, makanan yang mudak rusah (perishable), dan barang berbahaya;
  • berdasarkan fungsi: misalnya, warehouse untuk penyimpanan persediaan, warehouse untuk sortasi (misalnya sebagai ‘hub’ dari warehouse pengolahan kirimanpos);
  • berdasarkan kepemilikan: warehouse yang dikelola sendiri milik pengguna (misalnya produsen atau pengecer) atau warehouse yang dikelola perusahaan penyedia jasa logistik (third-party logistics);
  • berdasarkan penggunaan perusahaan: misalnya, warehouse khusus untuk satu perusahaan (dedicated warehouse), atau warehouse yang digunakan bersama (share-warehouse);
  • berdasarkan luas: warehouse dengan luas mulai dari 100 meter persegi atau kurang dan warehouse dengan luas lebih dari 100.000 meter persegi;
  • berdasarkan tinggi: mulai dari warehouse sekitar 3 meter hingga warehouse “high-bay” dengan tinggi lebih dari 45 meter;
  • berdasarkan alat yang digunakan: dari warehouse yang mengoperasikan secara manual  atau warehouse dengan operasi otomatis.


Tujuan utama dari warehouse adalah untuk memfasilitasi pergerakan barang melalui rantai pasokan ke konsumen akhir. Ada banyak teknik yang digunakan untuk mengurangi kebutuhan untuk mengadakan persediaan, seperti sistem manufaktur fleksibel, visibilitas rantai pasokan dan pengiriman ekspres, just-in-time (JIT ), efficient consumer response (ECR) and collaborative planning, forecasting and replenishment (CPFR).


Dalam konteks rantai pasok, warehouse memiliki fungsi sebagai:

  • Titik penyimpanan persediaan (inventory holding point).
  • Pusat konsolidasi (consolidation center).
  • Pusat cross-dock.
  • Pusat pemilahan (sortation center).
  • Fasilitas perakitan (assembly facility).
  • Titik penerusan kiriman barang (trans-shipment point).
  • Pusat pengembalian barang (returned goods center).


Karena warehouse beroperasi sebagai komponen integral dari rantai pasokan, konteks strategi bisnis yang lebih luas harus dipertimbangkan ketika membuat keputusan penting tentang fasilitas warehouse ini. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan meliputi:

  • Tren pasar/industri. Beberapa industri mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat signfikan, terutama dipicu oleh perkembangan teknologi.  Hal ini berdampak pada kebutuhan desain warehouse, baik dari sisi teknologi warehouse, jenis warehouse, tata letak, dan lokasi warehouse, sesuai dengan kebutuhan pasar dan tren industri.
  • Tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan akan menentukan pilihan desain warehouse.  Tujuan perusahaan yang berbeda akan berdampak pada kebijakan pengelolaan warehouse.  Tujuan perusahaan akan menentukan positioning perusahaan, value proposition yang ditawarkan, dan strategi pemasaran yang diimplementasikan.  Semuanya akan berdampak pada pilihan desain dan kebijakan pengelolaan warehouse.
  • Rencana bisnis. Rencana bisnis perusahaan berisi proyeksi target market, potensi penjualan, dan pengembangan service point perusahaan, yang berdampak pada keputusan pengembangan warehouse dan sistem distribusi yang akan dijalankan.
  • Strategi rantai pasokan. Setiap pilihan desan dan kebijakan warehouse ditentukan oleh strategi rantai pasokan perusahaan.  Strategi rantai pasokan akan berdampak pada jumlah, lokasi, sistem, teknologi, dan tata letak warehouse, sebagai bagian dari sistem rantai pasok perusahaan.
  • Tingkat layanan pelanggan. Tingkat layanan pelanggan menentukan responsitivitas perusahaan dalam melayani pelanggan, termasuk respon dalam kecepatan pemenuhan persediaan sesuai dengan kebijakan dan sistem warehouse yang dioperasikan.
  • Faktor eksternal. Faktor ekternal yang berpengaruh terhadap desain dan kebijakan warehouse, antara lain: regulasi di bidang konstruksi bangunan, kesehatan dan keselamatan, lingkungan, manual handling, jam kerja, pencegahan kebakaran, kemasan, keamanan makanan, dan sebagainya.


Keputusan manajemen tentang perencanaan warehouse mencakup antara lain:

  • Berapa banyak warehouse yang harus tersedia?
  • Di mana seharusnya warehouse ditempatkan?
  • Berapa banyak persediaan yang harus diisi pada setiap warehouse?
  • Pelanggan yang mana yang harus dilayani oleh setiap warehouse?
  • Bagaimana seharusnya pesanan pelanggan dari warehouse?
  • Bagaimana seharusnya pesanan warehouse dari pemasok?
  • Seberapa sering pengiriman yang harus dibuat untuk setiap pelanggan?
  • Bagaimana seharusnya tingkat pelayanan diberikan?
  • Metode transportasi seperti apa yang seharusnya digunakan?

 

Operasi gudang

Setiap gudang harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari rantai pasokan.  Namun demikian, ada operasi tertentu yang umum untuk kebanyakan gudang.


Fungsi-fungsi ini adalah sebagai berikut (Rushton, 2010):

  • Penerimaan (receiving). Aktivitas ini biasanya melibatkan pembongkaran barang dari kendaraan transportasi yang masuk, pemeriksaan terhadap pesanan pembelian, dan mencatat barang yang masuk ke dalam sistem komputer. Pemeriksaan kualitas barang dapat dilakukan sebagai bagian dari kegiatan ini. Dari sini, barang tersebut kemudian ditempatkan (put–away) di gudang.
  • Penyimpanan cadangan (reserve storage). Barang biasanya dibawa ke area penyimpanan cadangan, yang merupakan pengguna ruang terbesar di gudang. Area ini memiliki sebagian besar persediaan di lokasi gudang yang dapat diidentifikasi. Bila diperlukan, barang yang diambil dari penyimpanan cadangan secara langsung ke pengiriman (jika, misalnya, palet penuh diperlukan oleh pelanggan) atau untuk mengisi lokasi pengambilan barang.
  • Perintah pengambilan barang (order picking). Ketika order diterima dari pelanggan, barang harus diambil dari gudang dalam jumlah dan waktu yang tepat untuk memenuhi tingkat layanan yang dibutuhkan. Order picking dapat berisi sejumlah lini order, setiap lini order memerlukan sejumlah spesifik lini produk individu. Jika lini order untuk unit beban penuh (full unit load), misalnya pallet,  maka perintah ini dapat diambil langsung dari tempat penyimpanan cadangan.  Namun, jika lini order kurang dari beban unit penuh (less than a unit load), misalnya sejumlah case atau item, maka barang biasanya akan diambil dari lokasi pengambilan.  Jika hanya sejumlah kecil produk disimpan di gudang, maka cadangan dan pengambilan barang dapat dikombinasikan, dan barang-barang diambil dari lokasi konsolidasi ini. Picking merupakan operasi gudang utama, baik dari segi biaya dan layanan, sebagai proporsi yang signifikan dari biaya gudang biasanya diperlukan untuk fungsi ini untuk mencapai tingkat akurasi pesanan yang tinggi.
  • Sortasi (sortation). Untuk ukuran kecil, kadang-kadang lebih tepat pesanan bersama-sama dalam satu jumlah (batch) dan memperlakukan mereka sebagai satu perintah untuk tujuan pengambilan. Dalam hal ini, batch yang telah diambil harus dipilah ke perintah pengambilan barang secara individu sebelum pengiriman.
  • Penyusunan dan layanan nilai tambah (collation & value-added). Barang harus disusun menjadi pesanan pelanggan lengkap yang siap untuk pengiriman. Kecuali barang diambil langsung ke pengiriman kontainer, mereka akan dirakit atau dikemas bersama.
  • Menyusun dan pengiriman (marshalling & dispatch). Barang yang disusun bersama untuk dimuat ke kendaraan dan selanjutnya mengirimkan ke ‘simpul’ berikutnya dalam rantai pasokan.

 

Biaya

Pergudangan biasanya menyumbang sekitar 20 sampai 30 persen dari biaya logistik.  Perincian biaya gudang bervariasi dengan sifat operasi, sebagai berikut:

  • Staf – 45 sampai 50 persen;
  • Bangunan – 25 persen, termasuk sewa atau penyusutan bangunan;
  • Jasa bangunan – 15 persen, termasuk cahaya, listrik, pemeliharaan gedung, asuransi, dan tarif;
  • Peralatan – 10 sampai 15 persen, termasuk sewa atau penyusutan, pemeliharaan peralatan dan biaya operasional;
  • Teknologi informasi – 5 sampai 10 persen, termasuk sistem dan data terminal.


Untuk gudang otomatis, angka peralatan biasanya akan jauh lebih tinggi, meskipun perlu dicatat bahwa sebagian besar gudang otomatis masih memiliki operasi manual untuk kegiatan seperti pengambilan case dan pengepakan.


Unit beban

Kebanyakan rantai pasokan disusun berdasarkan konsep satuan beban, dimana barang yang diangkut, disimpan dan ditangani dalam modul standar. Pada tingkat yang berbeda, misalnya dengan barang-barang yang ditempatkan dalam karton, yang ditempatkan pada palet, pada gilirannya dapat dimuat dalam kontainer ISO untuk pengiriman ekspor.


Penggunaan beban unit tersebut memungkinkan transportasi, penyimpanan dan penanganan sistem yang akan dirancang di sekitar modul dimensi umum. Dalam pergudangan, beberapa satuan beban yang paling sering digunakan adalah sebagai berikut (Rushton, 2010):


Palet.

Palet merupakan bentuk paling umum dari unit muatan yang tersimpan di gudang. Pada dasarnya, palet mengangkat platform datar, di mana barang dapat ditempatkan, dan truk garpu dapat dimasukkan untuk mengangkat dan memindahkan mereka.

Entri untuk garpu bisa di keempat sisinya, yang dikenal sebagai entri palet empat arah, atau hanya pada dua sisi, yang dikenal sebagai dua arah masuk palet.

Sebagian besar palet terbuat dari kayu, meskipun beberapa terbuat dari plastik atau fibreboard.

Ada berbagai ukuran standar palet untuk digunakan dalam industri yang berbeda. Variasi ini dapat menyebabkan masalah baik dari segi angkutan internasional dan dalam desain rak peralatan. Di benua Eropa jenis yang paling umum adalah Europallet (1.200 milimeter dengan 800 milimeter), sedangkan di Inggris ukuran standar sedikit lebih besar (1.200 milimeter dengan 1.000 milimeter), ukurannya sama dengan yang di Amerika Serikat (48 inci dengan 40 inci).


Cage dan kotak palet.

Ini digunakan untuk isi barang yang mungkin jatuh dari palet standar. Cage dan kotak palet memiliki sisi yang padat atau jala sisi yang dapat dibangun, misalnya, baja atau plastik. Mereka dapat di-pick-up oleh truk fork-lift dan sering dapat ditumpuk di atas satu sama lain.


Roll-cages. 

Biasanya terbuat dari baja dan sering terdiri jala bawah, sisi dan rak. Roda dipasang ke setiap sudut sehingga roll-cages dapat didorong. Garpu dapat dimasukkan di bawah dasar, sehingga roll-cages dapat dipindahkan dengan truk palet. Umumnya roll-cages digunakan dalam distribusi ritel untuk pengiriman ke toko-toko.


Tote bins. 

Tote bins plastik digunakan di banyak gudang untuk penyimpanan dan penanganan bagian-bagian kecil. Ukuran tote bins bervariasi: panjang 600 milimeter, lebar 400 mm, dan tinggi 300 mm. Tote bins terbuka di bagian atas atau memiliki tutup closable, dan dapat menyimpan sejumlah item atau kotak di dalamnya.

Ini terdiri dari basis dilengkapi dengan roda, di mana nampan plastik dan tote bins dapat ditumpuk. Dolly sering digunakan dalam distribusi ritel.


Kontainer besar intermediate (IBCs). 

Ini biasanya digunakan untuk menyimpan dan memindahkan cairan dan produk partikulat padat dalam unit yang banyak sekitar satu atau dua ton. IBCs menawarkan alternatif untuk penanganan massal untuk produk tersebut. Tergantung pada karakteristik IBCs, IBCS dapat diangkat oleh truk fork-lift, baik dari bawah atau dari tali di atas. Beberapa dapat ditumpuk dalam blok, satu di atas yang lain.


Sumber :

https://supplychainindonesia.com/prinsip-prinsip-warehousing/

Sumber foto :

https://supplyplusgbl.com/warehousing-storage/

Monday, November 9, 2020

Membuat Business Plan

Cara Mudah Membuat Business Plan Sebelum Memulai Bisnis

Ketika Anda serius untuk membuka bisnis, Anda diwajibkan untuk membuat perencanaan-perencanaan terlebih dahulu agar tujuan bisnis Anda bisa tercapai. Perencanaan bisnis juga berguna untuk membantu Anda dan tim tetap fokus.

Perencanaan ini sebaiknya Anda tuangkan dalam sebuah tulisan yang tersusun rapi dan mudah dibaca setiap saat. Perencanaan ini biasa disebut dengan Bussiness Plan.

Selain berguna untuk menjabarkan visi misi perusahaan Anda menjadi goal atau tujuan kecil-kecil dan menjaga Anda agar tetap fokus, Bussiness Plan juga berguna untuk mencari investor sebagai pemodal Anda loh. Jika Bussiness Plan Anda menarik, realistis, dan menguntungkan, maka Anda bisa dengan mudah mengajak orang lain untuk menjadi investor Anda.

Bagaimana sih cara gampang membuat Bussiness Plan? 

Sebenarnya Bussiness Plan itu tidak seribet yang dibayangkan orang-orang. Bussiness Plan sebenarnya hanya terdiri dari beberapa poin-poin penting yang bisa Anda modifikasi sesuai dengan bisnis Anda.

Tapi pada dasarnya, untuk menyusun sebuah Bussiness Plan yang baik, Anda harus mencantumkan elemen berikut ini :


1) NAMA BISNIS ANDA

Hal pertama yang harus Anda cantumkan tentu saja nama bisnis Anda. Anda juga bisa menceritakan sedikit tentang bisnis Anda, latar belakang bisnis Anda, atau hal apa saja yang bisa menjelaskan tentang bisnis Anda. Singkat saja tidak usah panjang-panjang.

Contoh : Anda memiliki bisnis Baju Batik Modern yang Anda beri nama “Rukmi Batik”. Anda jelaskan apa itu Rukmi Batik, hal apa yang melatar belakangi Anda dalam mendirikan bisnis Rukmi Batik, di mana lokasi usaha Anda, dan seberapa besar bisnis Anda. Anda juga bisa menjelaskan pencapaian-pencapaian yang telah diraih oleh bisnis Anda jika ada.


2) TUJUAN (VISI & MISI) PERUSAHAAN ANDA

Setiap perusahaan atau bisnis pasti memiliki tujuan. Anda tulis secara spesifik visi dan misi bisnis Anda di sini. Anda bisa juga memulainya dengan menulis visi bisnis Anda.

Visi adalah tujuan besar atau tujuan utama yang ingin Anda raih lewat bisnis Anda. Misi adalah tujuan-tujuan lebih kecil yang bertujuan untuk mencapai visi bisnis Anda.

Misalnya :

Visi Rukmi Batik : Membuat batik di Indonesia menjadi baju kegemaran masyarakat di Indonesia dan di luar negeri.


Misi :

1. Memasarkan produk baju batik ke seluruh wilayah IndonesiaMemasarkan produk baju batik ke luar negeri dalam bentuk ekspor

2. Membuat varian baju batik mulai dari anak kecil hingga dewasa agar bisa dinikmati oleh segala jenis kalangan.


3) ANALISA PRODUK/JASA DALAM BISNIS ANDA

Di sini Anda harus menjelaskan secara detail tentang produk atau jasa yang Anda jual. Jelaskan juga kapasitas produksi Anda dalam sebulan seberapa banyak, dan bagaimana strategi yang akan Anda lakukan untuk memenuhi target produksi Anda. Jangan lupa juga untuk menjelaskan kelebihan produk Anda yang tidak dimiliki oleh pesaing lain.

Misalnya : Rukmi Batik memiliki produk baju batik yang terdiri dari baju pria dan wanita, serta ukuran mulai dari anak kecil hingga dewasa. Selain itu Rukmi Batik juga menyediakan berbagai jenis baju untuk berbagai keperluan, mulai dari casual, formal, hingga gaun untuk pesta.

Untuk target produksinya sendiri, Rukmi Batik mampu memproduksi hingga 500 baju dalam sebulan. Rukmi Batik memberdayakan penjahit-penjahit lokal dan para pengrajin batik yang berada di dekat lokasi usaha untuk memproduksi baju batik sesuai target. Dsb (bisa Anda modifikasi sesuai jenis bisnis Anda, dan bisa jadi juga penjabarannya lebih panjang daripada contoh).


4) TARGET MARKET BISNIS ANDA

Di bagian ini Anda harus menjelaskan secara spesifik target market Anda seperti apa. Anda jelaskan berapa umur target market yang akan Anda tembak, mereka berasala dari wilayah mana,  daya belinya seberapa besar, hingga bagaimana kehidupan sehari-hari mereka.

Jika customer Anda kebanyakan berada di pusat perbelanjaan, Anda jelaskan pusat perbelanjaan yang seperti apa. Jika customer Anda berasal dari internet, jelaskan secara rinci berapa jumlahnya dan bagaimana kebiasaan mereka dalam menggunakan internet.

Jangan lupa juga, Anda harus mampu menganalisa dan memprediksi perkembangan pangsa pasar Anda. Jika pangsa pasar Anda terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun, maka bisnis Anda adalah bisnis yang sangat potensial dan mampu menarik perhatian investor untuk memberikan modal.

Dari analisa target market ini nantinya Anda bisa mengambil keputusan untuk strategi marketing yang akan Anda gunakan.


5) STRATEGI PEMASARAN YANG AKAN ANDA GUNAKAN

Setelah Anda membuat analisa target market, Anda bisa mengambil keputusan bagaimana strategi marketing yang akan Anda buat untuk memasarkan produk Anda.

Misalnya dari analisa target market di atas, Anda menemukan data bahwa market potensial Rukmi Batik ada di Instagram, maka selanjutnya Anda harus membuka toko online di Instagram dan memasarkan produk Anda di sana setiap hari.

Di bagian ini juga Anda harus menjelaskan bagaimana strategi promosi yang bisa Anda gunakan untuk memikat konsumen dan mengalahkan pesaing Anda. Misalnya dengan promo double diskon, giveaway, special member, dan sebagainya.


6) ANALISA KEUANGAN

Nah, ini adalah bagian terpenting dalam Bussiness Plan. Jika di bagian ini Anda sudah salah, maka ke depannya bisnis Anda akan semakin salah. Karena itu pastikan Anda teliti dan realistis dalam menyusun analisa keuangan.

Dalam analisa keuangan ini nantinya Anda akan menulis berapa saja biaya (modal) yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis Anda, yang mencakup :

  • Biaya produksi
  • Biaya marketing
  • Biaya sewa tempat untuk usaha (bila ada)
  • Pengadaan alat untuk usaha (termasuk alat produksi, komputer, dan alat tulis kantor jika ada)
  • Biaya transportasi
  • Gaji tim (termasuk gaji Anda sebagai direktur dan gaji karyawan-karyawan Anda)

Setelah Anda menemukan total biaya yang harus Anda keluarkan untuk memulai bisnis Anda, selanjutnya tugas Anda adalah menghitung BEP (Break Event Point). Break Event Point ini berguna untuk menentukan kapan bisnis Anda akan balik modal / impas (total penjualan sudah mampu menutup total biaya start up atau modal).

Setelah bisnis Anda mencapai BEP, bulan-bulan selanjutnya bisnis Anda tinggal menghasilkan keuntungan. Biasanya, semakin cepat BEP Anda raih, semakin tertarik investor dalam menanamkan modalnya.


Berikut ini adalah contoh bagaimana menghitung BEP :

  • Total modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis Rumi Batik = Rp 50.000.000
  • Dalam sebulan ditargetkan Rukmi Batik mampu menjual 250 pcs baju batik
  • Harga rata-rata baju di Rukmi Batik = Rp 100.000

Dari perhitungan di atas dapat kita lihat bahwa Rukmi Batik akan mencapai BEP dalam waktu 2 bulan. Berarti hanya dalam 2 bulan, Rukmi Batik sudah balik modal. Di bulan ke-3 dan seterusnya sudah bisa mendapatkan profit.


7) PROYEKSI OMSET DAN PROFIT

Setelah Anda membuat analisa perhitungan total modal dan BEP, tugas selanjutnya bagi Anda adalah membuat proyeksi omset dan profit untuk bulan-bulan berikutnya. Cara membuat proyeksi omset dan profit :

  • Anda tentukan target produksi untuk bulan-bulan berikutnya setelah BEP
  • Anda hitung biaya operasional yang diperlukan untuk produksi dalam sebulan
  • Anda buat jumlah target penjualan setiap bulan
  • Dari sini Anda bisa menghitung omset setiap bulan

Setelah itu kurangi jumlah omset dengan biaya operasional (termasuk biaya produksi, gaji karyawan setiap bulan, tagihan lisrik air,  dan biaya marketing) agar Anda bisa menentukan profit yang dihasilkan berapa.


Berikut ini contoh proyeksi omset dan profit untuk Rukmi Batik :

Dari data di atas, Anda juga bisa menentukan proyeksi prosentase keuntungan yang yang bisa Anda hasilkan dalam 5 bulan bisnis Anda.

Agar profit naik terus, Anda bisa mencapainya dengan menaikkan jumlah produksi setiap bulan. Otomatis biaya produksi dan biaya marketing akan naik. Tapi selama profit Anda terus bertambah, Anda bisa terus menambah kapasitas produksi.

Jika profit Anda berkurang padahal kapasitas produksi sudah ditambah, itu artinya market Anda sudah mentok. Anda bisa turunkan ke kapasitas produksi semula. Yang penting profit Anda banyak.

Jika Anda bersikeras ingin menambah profit, Anda bisa lakukan dengan membuat diferensiasi produk (produk baru) yang memiliki target market berbeda.

Bisnis plan tidak hanya berguna untuk menuntun Anda dalam menjalankan bisnis Anda. Tapi bisnis plan juga berguna untuk menarik investor. Melalui business plan Anda dapat mengkalkulasi jumlah profit yang bisa dihasilkan oleh bisnis Anda. Profit ini nantinya bisa Anda bagi dua dengan pihak investor yang memodali Anda. Besarnya pembagian profit berbeda-beda sesuai kesepakatan Anda dengan investor.


Sumber :

https://www.alona.co.id/bisnis/cara-mudah-membuat-business-plan-sebelum-memulai-bisnis/

Sumber foto :

https://www.cermati.com/artikel/cara-membuat-bisnis-plan-dan-kegunaannya

Thursday, November 5, 2020

Startup Anti-Gagal Ala Insider

Ini Tips Startup Anti-Gagal Ala Insider


Meski belakangan marak bermunculan perusahaan rintisan atau startup, tidak jarang dari mereka berakhir pada kegagalan. Riset yang dilakukan Thomas R. Eisenmann, profesor dari Harvard Business School, menyatakan bahwa bisnis rintisan atau startup kebanyakan (90%) berujung pada kegagalan.

Figur serupa juga ditunjukan CB Insight yang menganalisis 101 bisnis/startup. Penyebabnya, banyak pelaku bisnis membuat produk yang salah atau dengan kata lain tidak ada kebutuhan pasar untuk produk yang diciptakan startup tersebut. Penyebab lain, tidak memiliki komposisi tim yang tepat atau strategi harga yang tidak bisa bersaing.

Aditya Sjahrandra, Shareholder & Growth Consultant Insider, startup penyedia platform manajemen pertumbuhan, menyatakan bahwa pemilik startup perlu menghindari 4 hal berikut agar bisa sukses. 

  1. Hindari membuat produk yang tidak memberi solusi apapun. 
  2. Jangan terlalu fokus pada pertumbuhan ketimbang retensi 
  3. Jangan sampai terjadi adopsi produk yang buruk
  4. Jangan sampai memiliki manajemen yang buruk.

Ia mencontohkan, Insider yang bermula pada 2012 lalu dari sebuah ruang kerja kecil di Istambul dan digarap oleh enam orang kini bisa memiliki lebih dari 450 orang dan dipercaya menjadi partner perusahaan besar seperti Telkomsel, Garuda Indonesia, Astra International, Tokopedia, dan sebagainya. 

"Karena menghindari empat hal tersebut, kami alhamdullillah mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan rata-rata sebesar 200 persen per tahun," kata Aditya.

Aditya menambahkan, ada 6 strategi yang bisa diterapkan pemilik startup agar bisnisnya tidak gagal. 

Pertama, ciptakan kategori baru di pasar. Ambil contoh Elvis Presley yang menciptakan genre music baru rock n roll atau Muhammad Ali yang meciptakan pertunjukan tinju baru showman box. Contoh lain adalah Salesforce yang menciptakan kategori pasar CRM cloud atau Facebook yang menciptakan kategori sosial media face tag.

Perusahaan-perusahaan tersebut menciptakan kategori baru di pasar yang sampai hari ini terus diikuti pengguna. Insider pun sama, menciptakan kategori baru di pasar point solution yang selama ini didominasi perusahaan besar seperti Oracle dan sebagainya, yang dinamai Growth Management Platform.

Strategi kedua, membangun relasi yang kuat dengan technology partner. Setiap perusahaan penyedia SaaS atau pun jasa B2C harus belajar dari kasus search engine Yahoo yang terlalu fokus membangun semuanya sendiri, mulai dari Yahoo Finance, Yahoo Weather, Yahoo News, dan sebagainya. Akibatnya, ia tergilas oleh Google dengan semua kemudahan navigasi dan relevansi konten yang ditawarkan Google yang mengarah pada retensi tinggi.

Strategi ketiga, membangun moonshot tech team. Di Insider, perusahaan merangkul sebanyak-banyaknya partner untuk mendorong mereka memberi feedback dan turut menentukan peta jalan produk yang akan dihasilkan Insider ke depannya. Dengan mengumpulkan semua informasi dan rekomendasi dari mereka, Insider kemudian mendesain produk dan men-deliver-nya ke pasar dalam waktu yang relatif singkat, sekitar 3 minggu saja dan membutuhkan 5 filter saja untuk menentukan produk yang tepat.

Strategi keempat, adaptasi produk yang cepat. Di sinilah peran penting tim sales di perusahaan rintisan. Aturan pertama yang harus diikuti tim sales adalah menjadi ahli sekaligus konsultan dari kandidat konsumen atau prospek perusahaan. Tanyakan apa problem yang mereka hadapi.

"Insider sendiri setiap bulannya melakukan kampanye berupa storytelling di setiap negara mereka beroperasi," jelas Aditya.

Strategi kelima, eksplorasi efisiensi dari sisi harga yang bisa ditawarkan ke pengguna. Strategi terakhir, yang juga tidak kalah penting, adalah membangun talenta dan budaya. Di Insider, ada semacam budaya a player attract a player atau program referral sebagai metode hiring terbaik.

Insider juga membangun budaya tidak pernah merekrut spesialis melainkan generalist yang berhati besar. Terdengar klise, tetapi Insider membuktikan bahwa mereka yang mau belajar, bekerja keras, membuat dampak positif bagi perusahaan maupun diri mereka sendiri menjadi maju. "Sekaligus membuktikan bahwa startup dengan produk yang breakthrough tidak harus lahir dari Sillicon Valley,” tandas Aditya.

Yang tidak kalah penting bagi pemilik startup adalah jangan pernah ragu melakukan uji coba fitur baru ke pasar. Menurutnya, waktu terbaik untuk melakukan pivot atau fitur baru adalah sejenak setelah mendapatkan feedback yang sangat penting dari konsumen. Terkait tim sales, Insider membagi tim sales mereka secara merata untuk fokus ke tiga kelompok customer mereka: rabbit (perusahaan kecil), deers (menegah), dan elephant (besar). Sebisa mungkin, dari laporan pendapatan tiap kuartalnya, pemasukan pendapatan harus imbang dari ketiga kelompok customer ini dan tiap pekannya dilakukan meeting terkait sales funnel.


Sumber :

https://republika.co.id/berita/pz4ayc9217000/ini-tips-startup-antigagal-ala-insider

Sumber foto :

https://economy.okezone.com/read/2019/04/06/320/2039853/perkembangan-startup-indonesia-kian-menjanjikan

Friday, October 30, 2020

Product Traceability

Pengertian Keterlacakan Produk (Product Traceability) dan Kaitannya dengan Objek Biaya

Biaya (cost) adalah proses beberapa sumber daya ekonomi (tempat membayar dan menerima uang atau kas) untuk menjadikan suatu kegiatan yang diusahakan akan memberikan hasil yang manfaat ekonomi (pemasukkan) di masa yang akan datang. 

Pengertian tersebut mempunyai tiga unsur yang menjadi referensi untuk dikatakan sebagai biaya (cost). Pertama adalah kas atau nilai setara kas, menunjukkan bahwa biaya tidak selalu berupa uang. Yang kedua adalah proses sumber daya ekonomi untuk dijadikan suatu barang atau jasa yang diusahakan, artinya biaya yang dikorbankan oleh suatu organisasi harus menghasilkan timbal balik yang diharapkan akan diterima. 

Organisasi tidak cuma-cuma menggelontorkan dana (uang) tanpa memikirkan matang-matang hasil dari pengeluaran tersebut. Ketiga adalah manfaat saat ini maupun masa depan yang diharapkan organisasi dari biaya yang telah dikeluarkan.

Suatu Objek biaya meliputi berbagai produk, jasa, pelanggan, aktivitas, atau unit organisasi dimana biaya dibebankan. Produk, jasa, dan pelanggan. Untuk departemen produksi dapat diusahakan sebagai wadah penempatan pengeluaran atau objek biaya. Contohnya, pemindahan bahan dan barang, perawatan peralatan, perencanaan produk, pemeriksaan produk.


Menurut fungsi organisasi untuk biaya produksi terdapat 3 jenis yaitu:

  • Biaya langsung, yaitu biaya-biaya yang dapat dengan mudah dan akurat ditelusuri ke barang atau jasa yang diproduksi. Meliputi: Batang emas pada perhiasaan, Alumunium pada kuali atau panci dan masih banyak lainnya. Biaya tidak langsung, yaitu biaya tenaga kerja yang dapat secara langsung ditelusuri ke barang atau jasa yang diproduksi. Meliputi: upah tenaga kerja di pabrik, gaji tenaga pengajar dan bayaran tukang sopir pada perusahaan transportasi.
  • Biaya overhead, yaitu seluruh biaya produksi lain, selain biaya langsung dan biaya tidak langsung. Contoh: depresiasi bangunan dan peralatan, pemeliharaan peralatan, supervisi, pajak.


Mengalokasikan asumsi biaya (Cost Assignment) adalah cara pembebanan bagian ongkos – ongkos ke dalam wadah penampungan biaya ke objek biaya. Kecermatan dalam mengalokasikan biaya dapat memberikan suatu  informasi yang lebih akurat, bermanfaat untuk kemudian bisa digunakan untuk membuat suatu keputusan yang lebih bijak. 


Keterlacakan (Traceability) adalah kemampuan untuk mengalokasikan dana pada suatu objek biaya secara layak, ekonomis melalui suatu hubungan sebab akibat. 

  • Biaya langsung (direct cost) merupakan beban – beban  yang dapat dengan mudah dan akurat diketahui ke objek biaya. Contoh: biaya semua operasional langsung.
  • Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah beban - beban yang sulit dilacak dengan akurat ke objek biaya. Contoh: biaya tidak langsung (biaya untuk pemeliharaan perlengkapan) dan beban tenaga kerja tidak langsung (pekerja kebersihan, pekerja keamanan)


Penelusuran (tracing) adalah alokasi biaya ke objek biaya dengan memakai alat ukur yang dapat dicermati dari sumber daya yang dipakai oleh objek biaya. Berikut ini penelusuran biaya ke objek biaya dapat dilakukan dengan pendekatan metode: 

  • Penelusuran langsung (direct tracing) merupakan proses menganalisis dan pembebanan biaya yang dapat dilakukan secara khusus serta fisik berkaitan dengan suatu objek biaya. Umumnya dilakukan melalui cara pengamatan/observasi serta fisik.
  • Penelusuran tidak langsung (indirect tracing) merupakan pemakaian penggerak untuk ditanggungkan biaya pada objek biaya. Penggerak adalah salah satu faktor penyebab  terukurnya konsumsi sumber daya oleh objek. Meskipun tidak seakurat penelusuran langsung, tetapi jika hubungan sebab akibatnya baik, maka derajat keakuratan yang tinggi dapat diharapkan.
  • Penggerak sumber daya (resources driver): cara mengukur permintaan sumber daya ke aktivitas, digunakan untuk mengalokasikan biaya sumber daya ke aktivitas. Contoh: dengan membebankan biaya sumber daya listrik yang digunakan untuk aktivitas perawatan peralatan, serta penggerak sumber daya yaitu jam mesin.
  • Penggerak aktivitas (activity driver): cara mengukur permintaan aktivitas oleh objek biaya, digunakan sebagai pengalokasian dana aktivitas ke objek biaya. Contoh: untuk mengalokasikan dana aktivitas penjagaan peralatan ke objek biaya departemen produksi, yang digunakan penggerak aktivitas yaitu jumlah jam kerja pemeliharaan.


Sumber :

https://ukirama.com/en/blogs/pengertian-keterlacakan-produk-product-traceability-dan-kaitannya-dengan-objek-biaya

Sumber foto :

https://ultraconsultants.com/erp-software-blog/causes-and-cost-of-recalls-and-the-role-of-erp/

Sunday, October 25, 2020

Single Minute Exchange of Dies

SMED (Single Minute Exchange of Dies)



SMED adalah salah satu metoda improvement dari Lean Manufacturing yang digunakan untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan setup pergantian dari memproduksi satu jenis produk ke model produk lainnya.


Sejarah

Konsep SMED di munculkan di tahun 1960an oleh Shigeo Shingo sebagai salah satu founder dari Toyota Production System. Tujuan yang ingin dicapai adalah berusaha untuk mempercepat waktu setup diproses moulding body mobil.


Manfaat SMED

12Dari data Shigeo Shingo selama melaksanakan metode SMED untuk mempercepat waktu setup changeover, hasil improvement yang dicapai adalah mengurangi waktu setup changeover sampai 97%, Sebuah angka yang fantastis! Dan dampak positif dari hasil improvement SMED ini bukan hanya tentang cepatnya waktu changeover, tapi juga dampak luar biasa lainnya seperti menurunkan lot size yang artinya juga menurunkan jumlah inventory produksi, yang juga berarti menurunkan jumlah working capital dan memperbaiki cash cycle.


Metode Implementasi SMED

Empat langkah utama dalam SMED adalah sebagai berikut:

1. Observasi dan dokumentasi langkah-langkah setup yang sekarang. Memisahkan set up internal dan external setup.

2. Memindahkan set up internal menjadi set up external.

3. Menjadikan set up internal lebih cepat.

4. Hilangkan adjustment internal pada setup.


KAJIAN SMED (SINGLE MINUTE EXCHANGE DIE)

Setiap detik waktu produksi didalam dunia industri sangatlah berharga karena ini berkaitan lansung dengan jumlah produk yang di hasilkan, sehingga setiap perusahaan selalu berusaha untuk mengurangi atau memperpendek waktu setup guna meninggkatan waktu produksi. yang mana waktu Setup didefinisikan "sebagai lama waktu yang dibutuhkan saat produk baik terakhir selesai hingga produk baik perama keluar"(http://www.leanindonesia.com/tag/smed-2/) dalam  memproduksi satu jenis produk ke model produk lainya. sehingga didalam waktu setup ada kegiatan menghentikan mesin, melakukan persiapan peralatan setup, changeover, adjustment dll sampai produk baik pertama dihasilkan. Aktifitas tersebut yang sangat berpeluang untuk dipercepat sehingga waktu changeover lebih effisien dan waktu produksi dapat lebih meningkat.


Sejarah

Shigeo Shingo sebagai orang yang memunculkan konsep SMED (Single Minute Exchange Die) pada tahun 1960an merupakan salah satu founder dari perusahaan Toyota Production System. yang mana tujuan dari konsep ini adalah untuk mempercepat waktu proses di moulding body mobil.


Definisi

SMED atau beberapa istilah lainya dikenal dengan QCO (Quick Change Over), OTS (One Touch Setup), OTED (One Touch Exchange of Die), 4SRS (Four Step Rapit Setup) dsb. dari semua istilah di tersebut mengacu pada hal yang sama yaitu untuk mempercepat waktu setup pergantian produk. "SMED adalah salah satu metode improvement dari Lean Manufacturing yang digunakan untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan setup pergantian dari memproduksi satu jenis produk ke model produk lainya". (http://www.leanindonesia.com/tag/smed-2/).


Manfaat

Beberapa manfaat SMED, yaitu diantaranya :

1. Meningkatkan Produktifitas

2. Mengurangi Biaya

3. Mempercepat proses inovasi

4. Perbaikan pada sefty karena proses setup yang lebih mudah

5. Mempermudah cleaning mesin dan peralatan


Metode SMED

ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam melakukan metode SMED yaitu :


1. Lakukan Observasi dan dokumentasi kegiatan Setup sekarang

Proses dokumentasi dilakukan dengan memanfaatkan alat perekam seperti handycam untuk merekam aktifitas setup


2. Klasifikasi 

Setelah proses dokumentasi selesai, semua event diklasifikasikan menjadi event internal atau external


3. Konversikan event Internal menjadi even ekternal

Pada tahap ini lakukan dengan mengidentifikasi event internal mana yang memungkinkan dikonversi menjadi external.


4. Reduksi even internal

Event setup yang tersisa adalah aktifitas internal yang tidak dapat di hilangkan atau dirubah manjadi event external namun dapat dikurangi dengan menerapkan paralel setup. artinya aktifitas yang tidak menunggu aktifitas lain selesai dapat dikerjakan secara paralel.


Keterangan :

Event Internal adalah aktifitas yang dilakukan saat mesin mati atau tidak berproduksi sedangakan Event External yaitu aktifitas yang bisa dilakukan saat mesin beroprasi dan memproduksi barang.



Sumber :

https://ti.unikom.ac.id/2012/10/20/smed-single-minute-exchange-dies/

http://toolboxsinfo.blogspot.com/2011/08/kajian-smed-single-minute-exchange-die.html


Sumber foto :

https://logisticsmgepsupv.wordpress.com/2020/04/05/toyota-formula-1-and-the-smed/

Tuesday, October 20, 2020

Tugas Manajer Operasional

Tugas Manajer Operasional Dalam Perusahaan Atau Organisasi

Tugas manajer operasional adalah bertanggung jawab atas manajemen tenaga kerja, produktivitas, kontrol kualitas dan keselamatan secara efektif dan efisien sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.


Seorang manajer operasional harus terlibat dalam mengawasi produksi barang atau penyediaan barang.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua bagian proses produksi telah berjalan sehingga dapat memberikan kualitas produk akhir yang bagus.

Manajer operasional memiliki peran yang luas dan tanggung jawab yang berbeda disetiap perusahaan.

Tapi pada umumnya tugas manajer operasional mencakup pemantauan dan analisis sistem produksi serta menyusun strategi untuk meningkatkan produksi.


Tugas Manajer Operasional

Berikut beberapa tugas manajer operasional, yaitu :

  1. Mengelola dan mengarahkan tim operasi untuk mencapai target bisnis.
  2. Membantu untuk mengembangkan atau memperbarui prosedur operasi standar untuk semua kegiatan operasional bisnis.
  3. Membangun hubungan yang kuat dengan menangani masalah dan keluhan pelanggan secara tepat waktu.
  4. Memberikan penilaian karyawan, promosi, kompensasi dan pemutusan hubungan kerja berdasarkan tinjauan kinerja.
  5. Memberikan dukungan operasional dan bimbingan kepada staf.
  6. Membantu mengembangkan anggaran operasional dan modal.
  7. Memantau dan mengendalikan pengeluaran sesuai anggaran yang dialokasikan.
  8. Membantu dalam mewawancarai, merekrut dan melatih kandidat.
  9. Mengelola penugasan kerja dan alokasi untuk staf.
  10. Meninjau kinerja dan memberikan umpan balik kinerja kepada staf.
  11. Menyimpan dokumentasi yang akurat dan jelas untuk prosedur dan kegiatan operasional.
  12. Bekerja sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan.
  13. Memastikan tim mengikuti prosedur operasi standar untuk semua fungsi operasional.
  14. Melakukan pertemuan rutin dengan tim untuk membahas tentang masalah, masalah, pembaruan, dll.
  15. Mendukung risiko operasional dan proses audit untuk tujuan pemeliharaan preventif.


Keahlian yang harus dimiliki manajer operasional

Berikut beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang manajer operasional

  1. Memiliki jiwa kepemimpinan
  2. Manajemen konflik
  3. Mampu melakukan negosiasi Bisnis
  4. Dapat berorganisasi dengan baik
  5. Pengambilan Keputusan
  6. Manajemen Sumber Daya Manusia
  7. Keterampilan Entri Data
  8. Keterampilan Pemrosesan Data
  9. Dapat diandalkan untuk penyelesaian masalah
  10. Keterampilan Pelaporan
  11. Berorientasi pada Batas Waktu
  12. Pengembangan Anggaran
  13. Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah
  14. Perencanaan dan Pengorganisasian
  15. Kemampuan berkomunikasi dengan baik
  16. Persuasif
  17. Mempengaruhi dan Memimpin
  18. Kemampuan untuk mendelegasi tugas dengan benar
  19. Dapat menjalin kerja sama dengan tim
  20. Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan
  21. Toleransi stres


Tantangan yang dihadapi oleh manajer operasional

Manajer operasional memiliki peran sentral dalam menstabilkan kebijakan dan prosedur perusahaan.

Hal ini membuat tanggung jawab manajer operasional sangat berat karena mereka memiliki peran utama dalam melakukan fungsinya dan memungkinkan bagian lain di perusahaan untuk berhasil.

Berikut tantangan yang paling sering dihadapi oleh manajer operasional :


1. Produktivitas karyawan yang rendah

Tantangan manajer operasional yang pertama adalah mendorong karyawan untuk bekerja lebih cepat dan baik

Oleh sebab itu manajer operasional harus mendapatkan kerangka kerja untuk memberikan panduan sehingga karyawan dapat menyelesaikan tugas mereka dengan cepat dan dengan kesalahan yang sedikit saat bekerja.


2. Kualitas proses yang buruk

Salah satu penyebab tingginya biaya dari perusahaan adalah terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh karyawan dan kesalahan tersebut dilakukan dengan konsisten.


3. Terjadi konflik yang belum terselesaikan

Mengelola konflik dalam perusaan merupakan tantangan tersendiri bagi seorang manajer operasional.

Misalkan saja tim MSDM memiliki konflik dengan tim pemasaran karena sebuah keputusan insentif.

Konflik ini bisa merugikan operasional perusahaan sehingga mempengaruhi efisiensi dan produktivitas perusahaan.

Manajer operasional harus mampu mengatasi konflik ini dengan mendorong komunikasi yang terbuka diantara mereka.


4. Pelaporan perusahaan

Salah satu tugas manajer operasional adalah bertanggung jawab atas pelaporan perusahaan termasuk data keuangan dan kinerja untuk disampaikan kepada pemilik kepentingan dan audit.

Tantangan ini dapat muncul apabila perusahaan tidak memiliki menyimpan catatan terbaru dan akurat.


Sumber :

https://www.pahlevi.net/tugas-manajer-operasional/

Thursday, October 15, 2020

Warehouse dan Aktivitasnya

 Penasaran sama pekerjaan warehouse? Ini beberapa jawaban untuk pertanyaan yang sering diajukan!

Pekerjaan warehouse staff atau pergudangan, merupakan pekerjaan yang terkait dengan penyimpanan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan. Dari pengertian di atas, kayaknya bekerja jadi warehouse staff lumayan susah ya?

Modal awal yang harus kalian punya adalah fisik yang kuat dan siap bekerja keras. Dan kalau kalian udah punya pengalaman bekerja jadi warehouse staff, kalian bakalan punya segudang pengalaman yang pastinya bakal berguna buat kedepannya. 

Nah, buat tau lebih lanjut tentang pekerjaan gudang atau warehouse staff, yuk simak bareng-bareng pertanyaan yang sering ditanyakan untuk pekerjaan ini beserta jawaban-jawabannya yang paling tepat!


Biasanya pekerjaan di warehouse itu ada posisi untuk apa aja ya?

Sebenarnya ada banyak area yang terdapat di pekerjaan warehouse. Untuk pekerjaan Admin, biasanya pekerjaan yang berurusan dengan administrasi, input data barang, identifikasi barang yang ada melalui komputer, tracking keberadaan barang, dll.

Sedangkan untuk Warehouse Staff, pekerjaannya tergolong lebih mudah tapi memerlukan kesehatan fisik yang baik. Karena ruang lingkup pekerjaannya seperti memindahkan barang dari kendaraan atau ke kendaraan, memindahkan barang ke lokasi yang sudah ditentukan, mem-packing barang, dll.


Skill khusus atau sertifikat apa yang harus dimiliki untuk bekerja sebagai warehouse staff?

Emang benar, kalau ada beberapa pekerjaan di warehouse yang memerlukan skill khusus kayak mengendarai kendaraan besar atau menjalankan mesin berat. Jadi pastinya pekerjaan yang gampang dan modal terpenting buat calon pekerja yaitu memiliki keinginan bekerja yang kuat.


Apakah memang benar, kalau bekerja di bagian gudang harus memiliki kesehatan fisik yang baik?

Yup, untuk bekerja menjadi warehouse staff kamu harus memiliki kekuatan fisik yang kuat dan stamina yang baik. Soalnya kamu bakalan berurusan dengan banyak barang-barang di gudang yang mungkin harus kamu angkat, harus kamu pindahkan ke tempat-tempat yang berbeda, bersiap-siap untuk pengiriman barang, dan terlebih kamu harus bisa berjalan lebih cepat daripada biasanya karena harus mencapai target pengiriman di tiap harinya. Tapi sebenarnya, pekerjaan ini tidak seberat yang kamu bayangkan kok!


Aman gak kalau nantinya kita bakalan kerja di gudang?

Pastinya aman dong, karena di lokasi kerja kamu akan selalu dibekali perlengkapan keamanan yang wajib kamu selalu pakai ketika bekerja.


Kalau bekerja di Gudang, ada istilah-istilah yang harus kita pahami gak?

Tentunya ada beberapa kata atau istilah yang sering banget digunakan dalam pekerjaan menjadi Warehouse Staff. Ini ada beberapa istilah umum yang bakal kamu sering temukan kalau bekerja di gudang!


WMS (Warehouse Management System)

WMS (Warehouse Management System) atau sistem manajemen pergudangan adalah suatu sistem yang didukung teknologi informasi untuk membantu pengawasan pergerakan barang masuk, dan pergerakan dalam warehouse dan barang keluar.


Picking and Packaging (Pick and Pack)

Memilih dan mengemas adalah bagian utama dari penerimaan barang dan distribusi. Hal Ini melibatkan penerimaan barang ke gudang, pembongkaran kontainer ke barang yang relevan, memilih barang untuk setiap tujuan, mengemasnya kembali, dan memberi label buat didistribusikan kembali.


Logistic

pengertian logistik disini adalah sebagai fungsi yang melibatkan perpindahan, mengatur perpindahan barang, dan penyimpanan material/barang dalam perjalanannya dari pengirim awal, melalui rantai pasok, dan sampai ke pelanggan akhir.


Reverse Logistic

Reverse Logistics adalah hak untuk para pelanggan untuk mengembalikan material/barang yang rusak, tidak sesuai dengan yang diinginkan, atau tidak sesuai dengan pesanan. Reverse Logistics menangani pengembalian, pengembalian dana, distribusi barang yang akan dikirimkan ulang, dan menangani barang yang dikembalikan ke gudang.


Sumber :

https://www.workmate.asia/id/blog/penasaran-sama-pekerjaan-warehouse-ini-beberapa-jawaban-untuk-pertanyaan-yang-sering-diajukan

Sumber foto :

https://www.flockfreight.com/2020/03/17/3-warehouse-technology-trends-of-2020/

Saturday, October 10, 2020

Business Plan untuk Startup

Ini 10 Tips Membuat Business Plan untuk Startup


Dalam memulai bisnis startup diperlukan business plan.

Memasuki era disrupsi teknologi yang mulai bergeser pada era revolusi industri 4.0,  semua pihak dituntut untuk menjadi kreatif dan mampu berinovasi.  Sehingga,  dapat menghasilkan produk yang sanggup bersaing.  Salah satunya startup yang memiliki peranan penting dalam membangun peradaban. 

Sequoia Capital,  sebuah perusahaan modal ventura di Singapura,  mengungkapkan bahwa pandemi corona membuat bisnis startup berbasis digital menjadi melesat jauh. Sehingga pandemi covid-19 tidak akan menyurutkan generasi milenial untuk memulai bisnis startup dengan memperhatikan sektor di bidang teknologi digital. 

Dalam memulai bisnis startup diperlukan business plan yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perusahaan rintisan yang dibuat. Hal itu terungkap dalam webinar yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni (IKA) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang menggandeng BSI Startup Center (BSC). 

Rilis yang diterima Republika.co.id menyebutkan, webinar itu digelar secara live melalui platform Zoom, Selasa (28/7). Narsum Jefry Pratama, seorang Experienced Digital Startup & Innovation Consultant, Scientist Startup Ecosystem Builders memberikan 10 tips bagaimana membuat proposal Businnes Plan yang memikat investor.


Berikut 10 tips yang dibagikan oleh Jefry pada webinar yang  mengusung tema “Why The Corona Virus Pandemic Should Motivate You to StartUp Business”.


1. Company Purpose. 

Mendefinsikan perusahaan dalam kalimat deklaratif dalam pembuatan latar belakang, visi dan misi usaha ide bisnis yang diciptakan. Agar lebih terlihat menjual,  sertakan manfaat dari menggunakan ide bisnis tersebut. 


2. Problem. 

Mendefiniskan masalah yang akan diangkat dari segi klien/masyarakat serta berikan solusi bagaimana mengatasi permasalahan tersebut. 


3. Solution. 

Solusi yang diangkat adalah bagaimana ide bisnis atau perusahaan yang dibuat mampu mengatasi permasalahan sehingga membuat kehidupan customer menjadi lebih baik. Tunjukkan produk atau ide bisnis yang anda buat menyelesaikan kasus dari customer sehingga hal ini menjadi poin yang dingat oleh investor. 


4. Why Now. 

Siapkan evolusi historis pada kategori atau ide bisnis yang diciptakan serta menetapkan tren terbaru saat ini untuk menyelesaikan solusi dari permasalahan atau isu yang diangkat. 


5. Market Size. 

Mengidentifikasi potensi pelanggan atau keuntungan yang akan diraih nanti dengan menerapakan metode  Top-Down Market Sizing dan Bottom-Up Market Sizing. Top Down adalah sebuah mekanisme dengan mendefinisikan pasar pengguna secara umum kemudian diturunkan menjadi beberapa level menggunakan atribut yang disaring sehingga menghasilkan estimasi pasar potensial yang mengerucut, sedangkan Bottom Up merupakan kebalikannya yang dilakukan secara spesifik.


6. Competition. 

Tulis dan buat daftar pesaing dari bisnis yang diciptakan. Lalu,  sertakan juga keunggulan dari produk/ ide bisnis yang kita ciptakan. 


7. Product. 

Deksripsikan produk bisnis dengan bahasa yang jelas, simpel dan mudah dimengerti saat mengajukan proposal bisnis plan kepada calon investor. 


8. Business Model. 

Business model   merupakan kerangka dari sebuah rencana bisnis bagaiman perusahaan yang dirintis mendapatkan keuntungan dengan menghitung semua komponen bisnis mulai dari model pendapatan, harga, model penjualan dan dsitribusi. 

Business model juga bisa diterapkan dengan Lean Canvas atau 9 Key Activities, yaitu Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Reveneu Streams, Key Activities, Key Resource, Key Partnership, dan Cost Structure.


9. Team. 

Membuat struktur organisasi dari bisnis yang diciptakan agar memudahkan pertanggungjawaban. Struktur bisnis tidak perlu level hingga direktur.  Cukup sederhana saja cukup ada perbedaan yang jelas antara manajemen dan pengurus harian. 


10. Financials. 

Financial Plan merupakan hal penting dalam membentuk bisnis startup. Hal ini inilah yang akan dilirik oleh calon investor. Untuk membuat financial plan diperlukan menghitung perkiraan penjualan dengan meramalkan selama 5 tahun ke depan. 


Itu adalah beberapa tips dalam membuat business plan agar dapat memikat investor yang juga menjadi arah tujuan dari suatu startup. “Sebelum memulai startup hal yang harus dilakukan adalah mencari tahu apa itu startup, riset sesuai masalah yang akan diatasi dan planning untuk membuat dan mengembangkan bisnis startup,” papar   Jefry Pratama.


Sumber :

https://republika.co.id/berita/qeht9x374/ini-10-tips-membuat-business-plan-untuk-startup

The Bioeconomy is Much More Than a Circular Economy

The concepts of bioeconomy, circular economy and biomass cascading have similar targets, but neither is fully part of the other nor embedded...