Friday, October 30, 2020

Product Traceability

Pengertian Keterlacakan Produk (Product Traceability) dan Kaitannya dengan Objek Biaya

Biaya (cost) adalah proses beberapa sumber daya ekonomi (tempat membayar dan menerima uang atau kas) untuk menjadikan suatu kegiatan yang diusahakan akan memberikan hasil yang manfaat ekonomi (pemasukkan) di masa yang akan datang. 

Pengertian tersebut mempunyai tiga unsur yang menjadi referensi untuk dikatakan sebagai biaya (cost). Pertama adalah kas atau nilai setara kas, menunjukkan bahwa biaya tidak selalu berupa uang. Yang kedua adalah proses sumber daya ekonomi untuk dijadikan suatu barang atau jasa yang diusahakan, artinya biaya yang dikorbankan oleh suatu organisasi harus menghasilkan timbal balik yang diharapkan akan diterima. 

Organisasi tidak cuma-cuma menggelontorkan dana (uang) tanpa memikirkan matang-matang hasil dari pengeluaran tersebut. Ketiga adalah manfaat saat ini maupun masa depan yang diharapkan organisasi dari biaya yang telah dikeluarkan.

Suatu Objek biaya meliputi berbagai produk, jasa, pelanggan, aktivitas, atau unit organisasi dimana biaya dibebankan. Produk, jasa, dan pelanggan. Untuk departemen produksi dapat diusahakan sebagai wadah penempatan pengeluaran atau objek biaya. Contohnya, pemindahan bahan dan barang, perawatan peralatan, perencanaan produk, pemeriksaan produk.


Menurut fungsi organisasi untuk biaya produksi terdapat 3 jenis yaitu:

  • Biaya langsung, yaitu biaya-biaya yang dapat dengan mudah dan akurat ditelusuri ke barang atau jasa yang diproduksi. Meliputi: Batang emas pada perhiasaan, Alumunium pada kuali atau panci dan masih banyak lainnya. Biaya tidak langsung, yaitu biaya tenaga kerja yang dapat secara langsung ditelusuri ke barang atau jasa yang diproduksi. Meliputi: upah tenaga kerja di pabrik, gaji tenaga pengajar dan bayaran tukang sopir pada perusahaan transportasi.
  • Biaya overhead, yaitu seluruh biaya produksi lain, selain biaya langsung dan biaya tidak langsung. Contoh: depresiasi bangunan dan peralatan, pemeliharaan peralatan, supervisi, pajak.


Mengalokasikan asumsi biaya (Cost Assignment) adalah cara pembebanan bagian ongkos – ongkos ke dalam wadah penampungan biaya ke objek biaya. Kecermatan dalam mengalokasikan biaya dapat memberikan suatu  informasi yang lebih akurat, bermanfaat untuk kemudian bisa digunakan untuk membuat suatu keputusan yang lebih bijak. 


Keterlacakan (Traceability) adalah kemampuan untuk mengalokasikan dana pada suatu objek biaya secara layak, ekonomis melalui suatu hubungan sebab akibat. 

  • Biaya langsung (direct cost) merupakan beban – beban  yang dapat dengan mudah dan akurat diketahui ke objek biaya. Contoh: biaya semua operasional langsung.
  • Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah beban - beban yang sulit dilacak dengan akurat ke objek biaya. Contoh: biaya tidak langsung (biaya untuk pemeliharaan perlengkapan) dan beban tenaga kerja tidak langsung (pekerja kebersihan, pekerja keamanan)


Penelusuran (tracing) adalah alokasi biaya ke objek biaya dengan memakai alat ukur yang dapat dicermati dari sumber daya yang dipakai oleh objek biaya. Berikut ini penelusuran biaya ke objek biaya dapat dilakukan dengan pendekatan metode: 

  • Penelusuran langsung (direct tracing) merupakan proses menganalisis dan pembebanan biaya yang dapat dilakukan secara khusus serta fisik berkaitan dengan suatu objek biaya. Umumnya dilakukan melalui cara pengamatan/observasi serta fisik.
  • Penelusuran tidak langsung (indirect tracing) merupakan pemakaian penggerak untuk ditanggungkan biaya pada objek biaya. Penggerak adalah salah satu faktor penyebab  terukurnya konsumsi sumber daya oleh objek. Meskipun tidak seakurat penelusuran langsung, tetapi jika hubungan sebab akibatnya baik, maka derajat keakuratan yang tinggi dapat diharapkan.
  • Penggerak sumber daya (resources driver): cara mengukur permintaan sumber daya ke aktivitas, digunakan untuk mengalokasikan biaya sumber daya ke aktivitas. Contoh: dengan membebankan biaya sumber daya listrik yang digunakan untuk aktivitas perawatan peralatan, serta penggerak sumber daya yaitu jam mesin.
  • Penggerak aktivitas (activity driver): cara mengukur permintaan aktivitas oleh objek biaya, digunakan sebagai pengalokasian dana aktivitas ke objek biaya. Contoh: untuk mengalokasikan dana aktivitas penjagaan peralatan ke objek biaya departemen produksi, yang digunakan penggerak aktivitas yaitu jumlah jam kerja pemeliharaan.


Sumber :

https://ukirama.com/en/blogs/pengertian-keterlacakan-produk-product-traceability-dan-kaitannya-dengan-objek-biaya

Sumber foto :

https://ultraconsultants.com/erp-software-blog/causes-and-cost-of-recalls-and-the-role-of-erp/

Sunday, October 25, 2020

Single Minute Exchange of Dies

SMED (Single Minute Exchange of Dies)



SMED adalah salah satu metoda improvement dari Lean Manufacturing yang digunakan untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan setup pergantian dari memproduksi satu jenis produk ke model produk lainnya.


Sejarah

Konsep SMED di munculkan di tahun 1960an oleh Shigeo Shingo sebagai salah satu founder dari Toyota Production System. Tujuan yang ingin dicapai adalah berusaha untuk mempercepat waktu setup diproses moulding body mobil.


Manfaat SMED

12Dari data Shigeo Shingo selama melaksanakan metode SMED untuk mempercepat waktu setup changeover, hasil improvement yang dicapai adalah mengurangi waktu setup changeover sampai 97%, Sebuah angka yang fantastis! Dan dampak positif dari hasil improvement SMED ini bukan hanya tentang cepatnya waktu changeover, tapi juga dampak luar biasa lainnya seperti menurunkan lot size yang artinya juga menurunkan jumlah inventory produksi, yang juga berarti menurunkan jumlah working capital dan memperbaiki cash cycle.


Metode Implementasi SMED

Empat langkah utama dalam SMED adalah sebagai berikut:

1. Observasi dan dokumentasi langkah-langkah setup yang sekarang. Memisahkan set up internal dan external setup.

2. Memindahkan set up internal menjadi set up external.

3. Menjadikan set up internal lebih cepat.

4. Hilangkan adjustment internal pada setup.


KAJIAN SMED (SINGLE MINUTE EXCHANGE DIE)

Setiap detik waktu produksi didalam dunia industri sangatlah berharga karena ini berkaitan lansung dengan jumlah produk yang di hasilkan, sehingga setiap perusahaan selalu berusaha untuk mengurangi atau memperpendek waktu setup guna meninggkatan waktu produksi. yang mana waktu Setup didefinisikan "sebagai lama waktu yang dibutuhkan saat produk baik terakhir selesai hingga produk baik perama keluar"(http://www.leanindonesia.com/tag/smed-2/) dalam  memproduksi satu jenis produk ke model produk lainya. sehingga didalam waktu setup ada kegiatan menghentikan mesin, melakukan persiapan peralatan setup, changeover, adjustment dll sampai produk baik pertama dihasilkan. Aktifitas tersebut yang sangat berpeluang untuk dipercepat sehingga waktu changeover lebih effisien dan waktu produksi dapat lebih meningkat.


Sejarah

Shigeo Shingo sebagai orang yang memunculkan konsep SMED (Single Minute Exchange Die) pada tahun 1960an merupakan salah satu founder dari perusahaan Toyota Production System. yang mana tujuan dari konsep ini adalah untuk mempercepat waktu proses di moulding body mobil.


Definisi

SMED atau beberapa istilah lainya dikenal dengan QCO (Quick Change Over), OTS (One Touch Setup), OTED (One Touch Exchange of Die), 4SRS (Four Step Rapit Setup) dsb. dari semua istilah di tersebut mengacu pada hal yang sama yaitu untuk mempercepat waktu setup pergantian produk. "SMED adalah salah satu metode improvement dari Lean Manufacturing yang digunakan untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan setup pergantian dari memproduksi satu jenis produk ke model produk lainya". (http://www.leanindonesia.com/tag/smed-2/).


Manfaat

Beberapa manfaat SMED, yaitu diantaranya :

1. Meningkatkan Produktifitas

2. Mengurangi Biaya

3. Mempercepat proses inovasi

4. Perbaikan pada sefty karena proses setup yang lebih mudah

5. Mempermudah cleaning mesin dan peralatan


Metode SMED

ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam melakukan metode SMED yaitu :


1. Lakukan Observasi dan dokumentasi kegiatan Setup sekarang

Proses dokumentasi dilakukan dengan memanfaatkan alat perekam seperti handycam untuk merekam aktifitas setup


2. Klasifikasi 

Setelah proses dokumentasi selesai, semua event diklasifikasikan menjadi event internal atau external


3. Konversikan event Internal menjadi even ekternal

Pada tahap ini lakukan dengan mengidentifikasi event internal mana yang memungkinkan dikonversi menjadi external.


4. Reduksi even internal

Event setup yang tersisa adalah aktifitas internal yang tidak dapat di hilangkan atau dirubah manjadi event external namun dapat dikurangi dengan menerapkan paralel setup. artinya aktifitas yang tidak menunggu aktifitas lain selesai dapat dikerjakan secara paralel.


Keterangan :

Event Internal adalah aktifitas yang dilakukan saat mesin mati atau tidak berproduksi sedangakan Event External yaitu aktifitas yang bisa dilakukan saat mesin beroprasi dan memproduksi barang.



Sumber :

https://ti.unikom.ac.id/2012/10/20/smed-single-minute-exchange-dies/

http://toolboxsinfo.blogspot.com/2011/08/kajian-smed-single-minute-exchange-die.html


Sumber foto :

https://logisticsmgepsupv.wordpress.com/2020/04/05/toyota-formula-1-and-the-smed/

Tuesday, October 20, 2020

Tugas Manajer Operasional

Tugas Manajer Operasional Dalam Perusahaan Atau Organisasi

Tugas manajer operasional adalah bertanggung jawab atas manajemen tenaga kerja, produktivitas, kontrol kualitas dan keselamatan secara efektif dan efisien sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.


Seorang manajer operasional harus terlibat dalam mengawasi produksi barang atau penyediaan barang.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua bagian proses produksi telah berjalan sehingga dapat memberikan kualitas produk akhir yang bagus.

Manajer operasional memiliki peran yang luas dan tanggung jawab yang berbeda disetiap perusahaan.

Tapi pada umumnya tugas manajer operasional mencakup pemantauan dan analisis sistem produksi serta menyusun strategi untuk meningkatkan produksi.


Tugas Manajer Operasional

Berikut beberapa tugas manajer operasional, yaitu :

  1. Mengelola dan mengarahkan tim operasi untuk mencapai target bisnis.
  2. Membantu untuk mengembangkan atau memperbarui prosedur operasi standar untuk semua kegiatan operasional bisnis.
  3. Membangun hubungan yang kuat dengan menangani masalah dan keluhan pelanggan secara tepat waktu.
  4. Memberikan penilaian karyawan, promosi, kompensasi dan pemutusan hubungan kerja berdasarkan tinjauan kinerja.
  5. Memberikan dukungan operasional dan bimbingan kepada staf.
  6. Membantu mengembangkan anggaran operasional dan modal.
  7. Memantau dan mengendalikan pengeluaran sesuai anggaran yang dialokasikan.
  8. Membantu dalam mewawancarai, merekrut dan melatih kandidat.
  9. Mengelola penugasan kerja dan alokasi untuk staf.
  10. Meninjau kinerja dan memberikan umpan balik kinerja kepada staf.
  11. Menyimpan dokumentasi yang akurat dan jelas untuk prosedur dan kegiatan operasional.
  12. Bekerja sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan.
  13. Memastikan tim mengikuti prosedur operasi standar untuk semua fungsi operasional.
  14. Melakukan pertemuan rutin dengan tim untuk membahas tentang masalah, masalah, pembaruan, dll.
  15. Mendukung risiko operasional dan proses audit untuk tujuan pemeliharaan preventif.


Keahlian yang harus dimiliki manajer operasional

Berikut beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang manajer operasional

  1. Memiliki jiwa kepemimpinan
  2. Manajemen konflik
  3. Mampu melakukan negosiasi Bisnis
  4. Dapat berorganisasi dengan baik
  5. Pengambilan Keputusan
  6. Manajemen Sumber Daya Manusia
  7. Keterampilan Entri Data
  8. Keterampilan Pemrosesan Data
  9. Dapat diandalkan untuk penyelesaian masalah
  10. Keterampilan Pelaporan
  11. Berorientasi pada Batas Waktu
  12. Pengembangan Anggaran
  13. Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah
  14. Perencanaan dan Pengorganisasian
  15. Kemampuan berkomunikasi dengan baik
  16. Persuasif
  17. Mempengaruhi dan Memimpin
  18. Kemampuan untuk mendelegasi tugas dengan benar
  19. Dapat menjalin kerja sama dengan tim
  20. Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan
  21. Toleransi stres


Tantangan yang dihadapi oleh manajer operasional

Manajer operasional memiliki peran sentral dalam menstabilkan kebijakan dan prosedur perusahaan.

Hal ini membuat tanggung jawab manajer operasional sangat berat karena mereka memiliki peran utama dalam melakukan fungsinya dan memungkinkan bagian lain di perusahaan untuk berhasil.

Berikut tantangan yang paling sering dihadapi oleh manajer operasional :


1. Produktivitas karyawan yang rendah

Tantangan manajer operasional yang pertama adalah mendorong karyawan untuk bekerja lebih cepat dan baik

Oleh sebab itu manajer operasional harus mendapatkan kerangka kerja untuk memberikan panduan sehingga karyawan dapat menyelesaikan tugas mereka dengan cepat dan dengan kesalahan yang sedikit saat bekerja.


2. Kualitas proses yang buruk

Salah satu penyebab tingginya biaya dari perusahaan adalah terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh karyawan dan kesalahan tersebut dilakukan dengan konsisten.


3. Terjadi konflik yang belum terselesaikan

Mengelola konflik dalam perusaan merupakan tantangan tersendiri bagi seorang manajer operasional.

Misalkan saja tim MSDM memiliki konflik dengan tim pemasaran karena sebuah keputusan insentif.

Konflik ini bisa merugikan operasional perusahaan sehingga mempengaruhi efisiensi dan produktivitas perusahaan.

Manajer operasional harus mampu mengatasi konflik ini dengan mendorong komunikasi yang terbuka diantara mereka.


4. Pelaporan perusahaan

Salah satu tugas manajer operasional adalah bertanggung jawab atas pelaporan perusahaan termasuk data keuangan dan kinerja untuk disampaikan kepada pemilik kepentingan dan audit.

Tantangan ini dapat muncul apabila perusahaan tidak memiliki menyimpan catatan terbaru dan akurat.


Sumber :

https://www.pahlevi.net/tugas-manajer-operasional/

Thursday, October 15, 2020

Warehouse dan Aktivitasnya

 Penasaran sama pekerjaan warehouse? Ini beberapa jawaban untuk pertanyaan yang sering diajukan!

Pekerjaan warehouse staff atau pergudangan, merupakan pekerjaan yang terkait dengan penyimpanan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan. Dari pengertian di atas, kayaknya bekerja jadi warehouse staff lumayan susah ya?

Modal awal yang harus kalian punya adalah fisik yang kuat dan siap bekerja keras. Dan kalau kalian udah punya pengalaman bekerja jadi warehouse staff, kalian bakalan punya segudang pengalaman yang pastinya bakal berguna buat kedepannya. 

Nah, buat tau lebih lanjut tentang pekerjaan gudang atau warehouse staff, yuk simak bareng-bareng pertanyaan yang sering ditanyakan untuk pekerjaan ini beserta jawaban-jawabannya yang paling tepat!


Biasanya pekerjaan di warehouse itu ada posisi untuk apa aja ya?

Sebenarnya ada banyak area yang terdapat di pekerjaan warehouse. Untuk pekerjaan Admin, biasanya pekerjaan yang berurusan dengan administrasi, input data barang, identifikasi barang yang ada melalui komputer, tracking keberadaan barang, dll.

Sedangkan untuk Warehouse Staff, pekerjaannya tergolong lebih mudah tapi memerlukan kesehatan fisik yang baik. Karena ruang lingkup pekerjaannya seperti memindahkan barang dari kendaraan atau ke kendaraan, memindahkan barang ke lokasi yang sudah ditentukan, mem-packing barang, dll.


Skill khusus atau sertifikat apa yang harus dimiliki untuk bekerja sebagai warehouse staff?

Emang benar, kalau ada beberapa pekerjaan di warehouse yang memerlukan skill khusus kayak mengendarai kendaraan besar atau menjalankan mesin berat. Jadi pastinya pekerjaan yang gampang dan modal terpenting buat calon pekerja yaitu memiliki keinginan bekerja yang kuat.


Apakah memang benar, kalau bekerja di bagian gudang harus memiliki kesehatan fisik yang baik?

Yup, untuk bekerja menjadi warehouse staff kamu harus memiliki kekuatan fisik yang kuat dan stamina yang baik. Soalnya kamu bakalan berurusan dengan banyak barang-barang di gudang yang mungkin harus kamu angkat, harus kamu pindahkan ke tempat-tempat yang berbeda, bersiap-siap untuk pengiriman barang, dan terlebih kamu harus bisa berjalan lebih cepat daripada biasanya karena harus mencapai target pengiriman di tiap harinya. Tapi sebenarnya, pekerjaan ini tidak seberat yang kamu bayangkan kok!


Aman gak kalau nantinya kita bakalan kerja di gudang?

Pastinya aman dong, karena di lokasi kerja kamu akan selalu dibekali perlengkapan keamanan yang wajib kamu selalu pakai ketika bekerja.


Kalau bekerja di Gudang, ada istilah-istilah yang harus kita pahami gak?

Tentunya ada beberapa kata atau istilah yang sering banget digunakan dalam pekerjaan menjadi Warehouse Staff. Ini ada beberapa istilah umum yang bakal kamu sering temukan kalau bekerja di gudang!


WMS (Warehouse Management System)

WMS (Warehouse Management System) atau sistem manajemen pergudangan adalah suatu sistem yang didukung teknologi informasi untuk membantu pengawasan pergerakan barang masuk, dan pergerakan dalam warehouse dan barang keluar.


Picking and Packaging (Pick and Pack)

Memilih dan mengemas adalah bagian utama dari penerimaan barang dan distribusi. Hal Ini melibatkan penerimaan barang ke gudang, pembongkaran kontainer ke barang yang relevan, memilih barang untuk setiap tujuan, mengemasnya kembali, dan memberi label buat didistribusikan kembali.


Logistic

pengertian logistik disini adalah sebagai fungsi yang melibatkan perpindahan, mengatur perpindahan barang, dan penyimpanan material/barang dalam perjalanannya dari pengirim awal, melalui rantai pasok, dan sampai ke pelanggan akhir.


Reverse Logistic

Reverse Logistics adalah hak untuk para pelanggan untuk mengembalikan material/barang yang rusak, tidak sesuai dengan yang diinginkan, atau tidak sesuai dengan pesanan. Reverse Logistics menangani pengembalian, pengembalian dana, distribusi barang yang akan dikirimkan ulang, dan menangani barang yang dikembalikan ke gudang.


Sumber :

https://www.workmate.asia/id/blog/penasaran-sama-pekerjaan-warehouse-ini-beberapa-jawaban-untuk-pertanyaan-yang-sering-diajukan

Sumber foto :

https://www.flockfreight.com/2020/03/17/3-warehouse-technology-trends-of-2020/

Saturday, October 10, 2020

Business Plan untuk Startup

Ini 10 Tips Membuat Business Plan untuk Startup


Dalam memulai bisnis startup diperlukan business plan.

Memasuki era disrupsi teknologi yang mulai bergeser pada era revolusi industri 4.0,  semua pihak dituntut untuk menjadi kreatif dan mampu berinovasi.  Sehingga,  dapat menghasilkan produk yang sanggup bersaing.  Salah satunya startup yang memiliki peranan penting dalam membangun peradaban. 

Sequoia Capital,  sebuah perusahaan modal ventura di Singapura,  mengungkapkan bahwa pandemi corona membuat bisnis startup berbasis digital menjadi melesat jauh. Sehingga pandemi covid-19 tidak akan menyurutkan generasi milenial untuk memulai bisnis startup dengan memperhatikan sektor di bidang teknologi digital. 

Dalam memulai bisnis startup diperlukan business plan yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perusahaan rintisan yang dibuat. Hal itu terungkap dalam webinar yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni (IKA) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang menggandeng BSI Startup Center (BSC). 

Rilis yang diterima Republika.co.id menyebutkan, webinar itu digelar secara live melalui platform Zoom, Selasa (28/7). Narsum Jefry Pratama, seorang Experienced Digital Startup & Innovation Consultant, Scientist Startup Ecosystem Builders memberikan 10 tips bagaimana membuat proposal Businnes Plan yang memikat investor.


Berikut 10 tips yang dibagikan oleh Jefry pada webinar yang  mengusung tema “Why The Corona Virus Pandemic Should Motivate You to StartUp Business”.


1. Company Purpose. 

Mendefinsikan perusahaan dalam kalimat deklaratif dalam pembuatan latar belakang, visi dan misi usaha ide bisnis yang diciptakan. Agar lebih terlihat menjual,  sertakan manfaat dari menggunakan ide bisnis tersebut. 


2. Problem. 

Mendefiniskan masalah yang akan diangkat dari segi klien/masyarakat serta berikan solusi bagaimana mengatasi permasalahan tersebut. 


3. Solution. 

Solusi yang diangkat adalah bagaimana ide bisnis atau perusahaan yang dibuat mampu mengatasi permasalahan sehingga membuat kehidupan customer menjadi lebih baik. Tunjukkan produk atau ide bisnis yang anda buat menyelesaikan kasus dari customer sehingga hal ini menjadi poin yang dingat oleh investor. 


4. Why Now. 

Siapkan evolusi historis pada kategori atau ide bisnis yang diciptakan serta menetapkan tren terbaru saat ini untuk menyelesaikan solusi dari permasalahan atau isu yang diangkat. 


5. Market Size. 

Mengidentifikasi potensi pelanggan atau keuntungan yang akan diraih nanti dengan menerapakan metode  Top-Down Market Sizing dan Bottom-Up Market Sizing. Top Down adalah sebuah mekanisme dengan mendefinisikan pasar pengguna secara umum kemudian diturunkan menjadi beberapa level menggunakan atribut yang disaring sehingga menghasilkan estimasi pasar potensial yang mengerucut, sedangkan Bottom Up merupakan kebalikannya yang dilakukan secara spesifik.


6. Competition. 

Tulis dan buat daftar pesaing dari bisnis yang diciptakan. Lalu,  sertakan juga keunggulan dari produk/ ide bisnis yang kita ciptakan. 


7. Product. 

Deksripsikan produk bisnis dengan bahasa yang jelas, simpel dan mudah dimengerti saat mengajukan proposal bisnis plan kepada calon investor. 


8. Business Model. 

Business model   merupakan kerangka dari sebuah rencana bisnis bagaiman perusahaan yang dirintis mendapatkan keuntungan dengan menghitung semua komponen bisnis mulai dari model pendapatan, harga, model penjualan dan dsitribusi. 

Business model juga bisa diterapkan dengan Lean Canvas atau 9 Key Activities, yaitu Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Reveneu Streams, Key Activities, Key Resource, Key Partnership, dan Cost Structure.


9. Team. 

Membuat struktur organisasi dari bisnis yang diciptakan agar memudahkan pertanggungjawaban. Struktur bisnis tidak perlu level hingga direktur.  Cukup sederhana saja cukup ada perbedaan yang jelas antara manajemen dan pengurus harian. 


10. Financials. 

Financial Plan merupakan hal penting dalam membentuk bisnis startup. Hal ini inilah yang akan dilirik oleh calon investor. Untuk membuat financial plan diperlukan menghitung perkiraan penjualan dengan meramalkan selama 5 tahun ke depan. 


Itu adalah beberapa tips dalam membuat business plan agar dapat memikat investor yang juga menjadi arah tujuan dari suatu startup. “Sebelum memulai startup hal yang harus dilakukan adalah mencari tahu apa itu startup, riset sesuai masalah yang akan diatasi dan planning untuk membuat dan mengembangkan bisnis startup,” papar   Jefry Pratama.


Sumber :

https://republika.co.id/berita/qeht9x374/ini-10-tips-membuat-business-plan-untuk-startup

Sunday, October 4, 2020

Motivasi agar Bisnis Berkembang

Para Pengusaha, Miliki 8 Motivasi ini agar Bisnis Berkembang

Ada banyak risiko yang bakal dihadapi orang-orang yang memilih terjun ke dunia bisnis. Tak sedikit perlaku usaha dihadapkan pada kebangkrutan karena berbagai sebab, salah satunya tak bisa bersaing dengan kompetitor.

Untuk itu dalam membangun sebuah bisnis diperlukan motivasi agar senantiasa membangkitkan semangat dan rasa percaya diri yang sering kali kendor di tengah jalan. Sebaik apapun strategi bisnis yang diterapkan, tantangan dan hambatan pasti selalu muncul sebagai bumbu-bumbu pelengkap yang mewarnai sebuah usaha.

Namun dengan motivasi berikut ini, semangat menjalankan berbisnis akan semakin kuat dari waktu ke waktu. 

Apa saja itu? 


1. Bukan semata-mata Uang, bekerja itu untuk belajar

Pengusaha sejati menjadikan pekerjaan sebagai suatu pembelajaran berharga untuk menggali dan mengembangkan potensi diri. Uang memang penting, tetapi ilmu lebih dari segalanya.

Dengan ilmu, seorang pengusaha bisa menjadi kaya raya karena pola pikirnya tidak lagi terbatas, melainkan menyeluruh pada lingkup pengembangan bisnis. Nikmati proses belajar dengan sungguh-sungguh demi keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.


2. Lelah itu hal biasa, tapi jangan mudah putus asa

Pengusaha mana pun pasti pernah mengalami kegagalan dalam menjalankan sebuah usaha. Hal ini membuktikan kalau perjalanan bisnis tidaklah selalu mulus, melainkan memiliki liku-liku yang sangat panjang dan melelahkan. Menariknya, para pengusaha selalu bersemangat dan tidak mudah putus asa.

Dan memang begitulah seharusnya. Bagi mereka, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan suatu pelajaran berharga yang dapat mengantar mereka menuju jalan kesuksesan. Untuk itu, jangan pernah putus asa jika Anda mengalami kegagalan, tetapi bangkitlah dan raih sukses yang tertunda.


3. Hidup itu dinamis, berinovasi dan berkreasilah

Mengerjakan hal yang sama setiap hari tentu menimbulkan kebosanan. Hal ini juga dirasakan oleh konsumen jika penjual menawarkan produk yang itu-itu saja. Ketika bisnis mulai berjalan, jangan ragu untuk berinovasi dan berkreasi dalam  mengembangkan suatu produk.

Hadirnya produk inovatif dan kreatif akan meningkatkan daya beli konsumen sehingga penjualan produk meningkat. Cari referensi mengenai produk yang sedang trend di masyarakat, lalu padukan dengan kreativitas untuk menghasilkan produk yang benar-benar unik.


4. Bersama akan membuat kuat, maka bangunlah jaringan bisnis

Sekarang saatnya untuk membangun jaringan bisnis karena kesuksesan seorang pengusaha tidak lepas dari bantuan sesama pengusaha. Setiap daerah biasanya memiliki komunitas bisnis yang diisi oleh pengusaha daerah.

Temukan dan bergabunglah pada komunitas tersebut. Bergabung dalam komunitas akan memudahkan perkembangan bisnis dan meningkatkan keuntungan. Selain itu, Anda juga berkesempatan menemukan rekan bisnis yang tepat untuk berkolaborasi di kemudian hari.


5. Semua berawal dari hal kecil, hargai nominal uang

Para pengusaha biasanya lebih menghargai nominal uang, meskipun nominalnya sangat kecil karena uang tersebut merupakan buah dari jerih payah sendiri. Mereka percaya ketika uang kecil dikumpulkan, nominalnya bisa menjadi lebih besar.

Mengumpulkan uang memang butuh waktu yang cukup panjang, terutama jika uang tersebut ingin digunakan untuk ekspansi bisnis. Ingatlah, semua berawal dari hal-hal kecil. Jika Anda mau menghargai hal-hal kecil, Anda pasti lebih menghargai sesuatu yang lebih besar.


6. Belajar dari ahlinya, temukan mentor yang tepat

Menjadi penyemangat bagi diri sendiri tidaklah mudah. Setiap kali merasa down, Anda tentu butuh orang lain sebagai pendukung dan penyemangat. Orang seperti ini memang sulit ditemukan karena sifat individualisme manusia zaman sekarang.

Tetapi jika mau berusaha dan meluangkan waktu, Anda bisa kok menemukan orang yang tepat. Jadikan mereka sebagai rekan sekaligus mentor yang siap menuntun Anda ke gerbang kesuksesan. Dengan begini, motivasi berbisnis Anda akan meningkat dengan sendirinya.


7.  Banyak hal tampak rumit, menyederhanakan sistem itu penting

Masalah dalam hidup sudah sangat kompleks, jadi jangan dibuat semakin rumit. Temukan cara untuk menyederhanakan kompleksitas agar masalah cepat terselesaikan. Misalnya dalam merancang suatu produk, gunakan rancangan yang paling sederhana dengan konsep yang unik sehingga produk laku keras di pasar. Merancang kesederhanaan tidaklah mudah, tetapi hal ini justru menjadi suatu tantangan yang harus segera dipecahkan.


8. Bukan yang itu-itu saja, do something new!

Melakukan kegiatan yang itu-itu saja berpotensi menimbulkan suatu kebosanan. Akibatnya, motivasi untuk berbisnis semakin surut. Untuk itu, hiasi perjalanan bisnis dengan hal-hal baru agar hidup bergerak dinamis. Temukan hal-hal yang dapat dijadikan sumber inspirasi dan lakukan perubahan untuk memperkaya bisnis dan diri sendiri.


Motivasi terbesar adalah diri sendiri

Tentu saja, motivasi terbesar adalah ada pada diri kita sendiri. Jika merasa termotivasi, kita pun semangat untuk menjalankan suatu bisnis. Dan sebaliknya, ketika bosan, perjalanan bisnis akan mudah terbengkalai. Jadi, temukan dan lakukan hal-hal yang dapat membuat diri kembali termotivasi untuk membakar semangat dalam berbisnis.


Sumber :

https://republika.co.id/berita/pjfxyz423/para-pengusaha-miliki-8-motivasi-ini-agar-bisnis-berkembang

The Bioeconomy is Much More Than a Circular Economy

The concepts of bioeconomy, circular economy and biomass cascading have similar targets, but neither is fully part of the other nor embedded...