Showing posts with label Supply Chain Management. Show all posts
Showing posts with label Supply Chain Management. Show all posts

Tuesday, December 15, 2020

Reverse Logistics

Apa itu Reverse Logistics / logistik terbalik?

Pertama dan terpenting, kita akan membahas apa sebenarnya yang dimaksud dengan logistik terbalik. Logistik terbalik dapat diartikan sebagai pemantauan siklus hidup produk Anda setelah sampai ke tangan konsumen. Ini mencakup berbagai cara produk Anda dapat digunakan kembali atau masih digunakan setelah dibuang. Singkatnya, ini melibatkan semua cara berbeda untuk tetap menciptakan nilai dari produk kadaluwarsa.

Tidak diragukan lagi bahwa banyak rantai pasokan yang tidak mengkhawatirkan hasil atau pengembalian produk mereka setelah dikirimkan ke konsumen. Semua rantai pasokan ini mengkhawatirkan apakah konsumen telah menerima paket tepat waktu. Mereka tidak terlalu memikirkan umpan balik pelanggan mereka.

Sangat penting bagi setiap rantai pasokan untuk memastikan bahwa pelanggan menerima pesanan lengkap dan bahwa mereka mendapatkan persis seperti yang disebutkan dalam deskripsi produk. Ada berbagai tahapan di mana pengembalian produk harus melalui perusahaan seperti yang disebutkan di bawah ini.

  • Pengiriman produk yang dikembalikan ke rantai pasokan.
  • Pengujian kualitas produk yang dikembalikan untuk mengetahui apakah terdapat kesalahan pada produk atau tidak.
  • Mencantumkan kesalahan dalam produk yang dikembalikan.
  • Memperbaiki produk yang dikembalikan.

Reverse Logistics atau Logistik terbalik adalah untuk semua operasi yang terkait dengan penggunaan kembali produk dan bahan. Ini adalah "proses memindahkan barang dari tujuan akhir tipikal mereka untuk tujuan menangkap nilai, atau pembuangan yang tepat. 

Kegiatan remanufaktur dan refurbishing juga dapat dimasukkan dalam definisi logistik terbalik." Menumbuhkan perhatian hijau dan kemajuan hijau konsep dan praktik manajemen rantai pasokan membuatnya semakin relevan. 

Jumlah publikasi tentang topik logistik terbalik telah meningkat secara signifikan selama dua dekade terakhir. Penggunaan pertama dari istilah "logistik terbalik" dalam sebuah publikasi oleh James R. Stock dalam White Paper berjudul "Reverse Logistics," yang diterbitkan oleh Council of Logistics Management pada tahun 1992. 

Konsep ini selanjutnya disempurnakan dalam publikasi berikutnya oleh Stock (1998) dalam buku Council of Logistics Management lainnya, berjudul Development and Implementation of Reverse Logistics Programs, dan oleh Rogers dan Tibben-Lembke (1999) dalam sebuah buku yang diterbitkan oleh Reverse Asosiasi Logistik berjudul Going Backwards: Reverse Logistics Trends and Practices.

Proses logistik terbalik mencakup pengelolaan dan penjualan surplus serta peralatan dan mesin yang dikembalikan dari bisnis penyewaan perangkat keras. Biasanya, logistik menangani peristiwa yang membawa produk ke pelanggan. 

Dalam kasus logistik terbalik, sumber daya mundur setidaknya satu langkah dalam rantai pasokan. Misalnya, barang berpindah dari pelanggan ke distributor atau ke pabrik.

Ketika produk pabrikan biasanya bergerak melalui jaringan rantai pasokan, itu akan menjangkau distributor atau pelanggan. Setiap proses atau manajemen setelah pengiriman produk melibatkan logistik terbalik. 

Jika produk rusak, pelanggan akan mengembalikan produk tersebut. Perusahaan manufaktur kemudian harus mengatur pengiriman produk yang rusak, menguji produk, membongkar, memperbaiki, mendaur ulang, atau membuang produk. 

Produk akan melakukan perjalanan terbalik melalui jaringan rantai pasokan untuk mempertahankan penggunaan apa pun dari produk yang cacat. Logistik untuk hal-hal tersebut adalah logistik terbalik.


Sumber :

https://www.swissairroadcargo.com/importance-reverse-logistics/

https://en.wikipedia.org/wiki/Reverse_logistics

Thursday, October 15, 2020

Warehouse dan Aktivitasnya

 Penasaran sama pekerjaan warehouse? Ini beberapa jawaban untuk pertanyaan yang sering diajukan!

Pekerjaan warehouse staff atau pergudangan, merupakan pekerjaan yang terkait dengan penyimpanan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan. Dari pengertian di atas, kayaknya bekerja jadi warehouse staff lumayan susah ya?

Modal awal yang harus kalian punya adalah fisik yang kuat dan siap bekerja keras. Dan kalau kalian udah punya pengalaman bekerja jadi warehouse staff, kalian bakalan punya segudang pengalaman yang pastinya bakal berguna buat kedepannya. 

Nah, buat tau lebih lanjut tentang pekerjaan gudang atau warehouse staff, yuk simak bareng-bareng pertanyaan yang sering ditanyakan untuk pekerjaan ini beserta jawaban-jawabannya yang paling tepat!


Biasanya pekerjaan di warehouse itu ada posisi untuk apa aja ya?

Sebenarnya ada banyak area yang terdapat di pekerjaan warehouse. Untuk pekerjaan Admin, biasanya pekerjaan yang berurusan dengan administrasi, input data barang, identifikasi barang yang ada melalui komputer, tracking keberadaan barang, dll.

Sedangkan untuk Warehouse Staff, pekerjaannya tergolong lebih mudah tapi memerlukan kesehatan fisik yang baik. Karena ruang lingkup pekerjaannya seperti memindahkan barang dari kendaraan atau ke kendaraan, memindahkan barang ke lokasi yang sudah ditentukan, mem-packing barang, dll.


Skill khusus atau sertifikat apa yang harus dimiliki untuk bekerja sebagai warehouse staff?

Emang benar, kalau ada beberapa pekerjaan di warehouse yang memerlukan skill khusus kayak mengendarai kendaraan besar atau menjalankan mesin berat. Jadi pastinya pekerjaan yang gampang dan modal terpenting buat calon pekerja yaitu memiliki keinginan bekerja yang kuat.


Apakah memang benar, kalau bekerja di bagian gudang harus memiliki kesehatan fisik yang baik?

Yup, untuk bekerja menjadi warehouse staff kamu harus memiliki kekuatan fisik yang kuat dan stamina yang baik. Soalnya kamu bakalan berurusan dengan banyak barang-barang di gudang yang mungkin harus kamu angkat, harus kamu pindahkan ke tempat-tempat yang berbeda, bersiap-siap untuk pengiriman barang, dan terlebih kamu harus bisa berjalan lebih cepat daripada biasanya karena harus mencapai target pengiriman di tiap harinya. Tapi sebenarnya, pekerjaan ini tidak seberat yang kamu bayangkan kok!


Aman gak kalau nantinya kita bakalan kerja di gudang?

Pastinya aman dong, karena di lokasi kerja kamu akan selalu dibekali perlengkapan keamanan yang wajib kamu selalu pakai ketika bekerja.


Kalau bekerja di Gudang, ada istilah-istilah yang harus kita pahami gak?

Tentunya ada beberapa kata atau istilah yang sering banget digunakan dalam pekerjaan menjadi Warehouse Staff. Ini ada beberapa istilah umum yang bakal kamu sering temukan kalau bekerja di gudang!


WMS (Warehouse Management System)

WMS (Warehouse Management System) atau sistem manajemen pergudangan adalah suatu sistem yang didukung teknologi informasi untuk membantu pengawasan pergerakan barang masuk, dan pergerakan dalam warehouse dan barang keluar.


Picking and Packaging (Pick and Pack)

Memilih dan mengemas adalah bagian utama dari penerimaan barang dan distribusi. Hal Ini melibatkan penerimaan barang ke gudang, pembongkaran kontainer ke barang yang relevan, memilih barang untuk setiap tujuan, mengemasnya kembali, dan memberi label buat didistribusikan kembali.


Logistic

pengertian logistik disini adalah sebagai fungsi yang melibatkan perpindahan, mengatur perpindahan barang, dan penyimpanan material/barang dalam perjalanannya dari pengirim awal, melalui rantai pasok, dan sampai ke pelanggan akhir.


Reverse Logistic

Reverse Logistics adalah hak untuk para pelanggan untuk mengembalikan material/barang yang rusak, tidak sesuai dengan yang diinginkan, atau tidak sesuai dengan pesanan. Reverse Logistics menangani pengembalian, pengembalian dana, distribusi barang yang akan dikirimkan ulang, dan menangani barang yang dikembalikan ke gudang.


Sumber :

https://www.workmate.asia/id/blog/penasaran-sama-pekerjaan-warehouse-ini-beberapa-jawaban-untuk-pertanyaan-yang-sering-diajukan

Sumber foto :

https://www.flockfreight.com/2020/03/17/3-warehouse-technology-trends-of-2020/

Tuesday, September 15, 2020

Apa itu Logistik?

Berikut Sistem dan Peran Logistik di Sebuah Perusahaan

Jika berbicara tentang logistik di sebuah perusahaan, maka sangat erat sekali hubungannya dengan perencanaan dan pengendalian aliran barang atau material. Secara luas, tujuan utama logistik dalam sebuah perusahaan adalah mengatur agar barang atau material sampai pada tujuan dalam kondisi, jumlah, dan waktu yang tepat. Di sinilah dibutuhkan sistem dan peran yang bagus dari tim logistik perusahaan untuk mengoptimalkan performa dan kemampuan meminimalkan biaya operasi.

Logistik Adalah....

Awalnya konsep logistik dikenal di masa-masa awal peperangan yang digunakan untuk menyebutkan istilah kebutuhan pihak militer untuk memenuhi persediaan mereka ketika hendak beranjak ke medan perang dari markas.

Dari istilah yang hanya digunakan di medan perang, kata logistik mengalami perluasan makna. Logistik yaitu serangkaian proses manajemen yang meliputi kegiatan perencanaan, implementasi, hingga pemeliharaan atau pengawasan terhadap suatu proses perpindahan, baik itu barang atau perlengkapan tertentu, dari titik awal menuju titik penggunaan.


Sistem Logistik

Dalam sebuah sistem apapun, pastinya terdapat komponen-komponen yang mendukung sistem tersebut untuk "berjalan". Berikut ini 5 (lima) komponen yang mendukung arus barang dan distribusi logistik, yaitu:


1. Lokasi Fasilitas Logistik

Jaringan lokasi fasilitas merupakan hal yang mutlak wajib dimiliki oleh perusahaan untuk tujuan perencanaan ke mana dan melalui mana material dan produk-produk diangkut. Sebagai bentuk pelayanan terhadap user yang mempunyai hubungan langsung dengan produk, perusahaan menyediakan fasilitas-fasilitas meliputi pabrik, gudang-gudang, dan toko-toko pengecer.

Serangkaian struktur lokasi yang bagus dan strategis dapat memberikan banyak keuntungan yang kompetitif. Perusahaan tentunya mengingkan efisiensi dalam sistem logistik. Nah, tingkat efisiensi itu berhubungan langsung dengan dan dibatasi oleh struktur lokasi fasilitas.


2. Transportasi

Transportasi merupakan salah satu hal yang terpenting di dalam sistem logistik. Pada umumnya, sebuah perusahaan mempunyai 3 (tiga) alternatif untuk mendukung kemampuan transportasinya, yaitu sebagai berikut:

  • Armada peralatan swasta yang dapat dibeli atau disewa. 
  • Mengadakan kontrak khusus yang dapat diatur dengan spesialis transport untuk mendapatkan kontrak jasa-jasa pengangkutan. 
  • Memperoleh jasa-jasa dari suatu perusahaan transport berijin (legally authorized) yang menawarkan pengangkutan dari suatu tempat ke tempat lain dengan biaya tertentu.

Dalam merancang suatu sistem logistik, hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan transport, yaitu: (1) Biaya, (2) Kecepatan, dan (3) Konsistensi.


3. Manajemen Pengadaan Persediaan

Manajemen pengadaan persediaan dalam sistem logistik adalah bagian dari perusahaan yang berfungsi untuk mengatur persediaan barang yang dimiliki. Perusahaan harus mengelola bagaimana cara memperoleh persediaan, proses penyimpanannya, sampai persediaan tersebut nantinya  dimanfaatkan atau dikeluarkan.

Tujuan dari manajemen pengadaan persediaan ke dalam sistem logistik adalah untuk mempertahankan jumlah item barang yang sesuai dengan sasaran pelayanan.


4. Komunikasi

Komunikasi merupakan kegiatan saling tukar informasi di antara seluruh proses logistik dan pelanggan perusahaan di dalam sistem logistik.

Komunikasi yang buruk dalam proses logistik dapat menimbulkan beberapa masalah, diantaranya sebagai berikut:

  • Penilaian trend laju logistik yang salah. Apabila hal tersebut terjadi, arus logistik akan mengalami kekurangan persediaan item barang atau malah menimbulkan komitmen yang berlebihan antara perusahaan dengan pemasok perusahaan, pelanggan menengah (trade customer), dan pelanggan akhir.
  • Menimbulkan gangguan terhadap prestasi sistem yang akan berakibat pada ketidakstabilan  karena proses koreksi yang berlebihan atau koreksi yang kurang.


5. Penyimpanan

Penyimpanan dalam sistem ini meliputi seluruh aspek operasional logistik seperti pergerakan (movement), pengepakan, dan containerization (pengemasan). Semua aspek operasional ini menyangkut arus persediaan untuk memenuhi kebutuhan suatu produk atau material.

Di dalam perusahaan, sistem logistik merupakan hal yang sangat diperlukan untuk menjamin terlaksananya transaksi. Perusahaan yang telah memiliki jaringan fasilitas terpadu, kemampuan transportasi yang andal, pengelolaan persediaan (inventory deployment) yang bagus akan mendapatkan kedudukan terbaik dalam memperoleh keuntungan jangka panjang di atas para pesaingnya.


Peran Logistik Di Perusahaan

Tim logistik yang mampu bekerja secara efektif akan mampu meningkatkan upaya pemasaran dengan memberikan perpindahan yang efisien sebuah produk kepada pelanggan.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai tugas logistik dalam perusahaan :


  • Logistik berorientasi pada pemasaran

Sebagai bagian dari upaya pemasaran, tugas logistik memainkan peranan penting dalam memuaskan pelanggan. Selain itu, logistik menjadi salah satu kunci untuk mencapai keuntungan bagi perusahaan secara keseluruhan.


  • Logistik memberikan "nilai tambah" terhadap waktu dan tempat

Perusahaan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas produknya sehingga mendapatkan konsumen yang "setia". Melalui sistem logistik yang bagus akan mampu memberikan "nilai tambah" kepada para konsumen pada utilitas tempat dan utilitas waktu.

Maksud dari utilitas tempat di sini adalah nilai yang dibentuk atau ditambahkan pada produk dengan membuatnya tersedia untuk pembelian atau konsumsi di tempat yang tepat. Sementara itu, utilitas waktu adalah nilai yang dibentuk dengan membuat sesuatu yang tersedia di waktu yang tepat.


  • Logistik memungkinkan perpindahan produk/barang ke konsumen secara efisien

Sistem logistik mampu menciptakan proses pemasokan produk yang benar, di tempat yang benar, pada waktu yang benar, dan dalam kondisi yang benar serta dengan biaya yang terjangkau oleh konsumen untuk memanfaatkan produk tersebut.


  • Logistik Adalah Aset Kepemilikan

Sistem logistik yang efisien dan ekonomis adalah sebuah aset yang harus dijaga dan dipelihara oleh perusahaan. Jika perusahaan dapat menyediakan produk ke konsumen dengan cepat dan dengan biaya yang minim, ini dapat meningkatkan pangsa pasar jauh lebih dibandingkan dengan kompetitornya yang tidak memiliki sistem logistik yang baik.

Perusahaan akan mampu menjual produk dengan biaya lebih rendah hasil dari efisiensi logistik, atau memberikan kepuasan layanan yang lebih baik kepada pelanggan sehingga menciptakan goodwill.


Tugas Staf Logistik (Administrasi dan Pelaksana Teknis Logistik)

Unit logistik dalam sebuah perusahaan biasanya memiliki staf pelaksana logistik yang terdiri dari pelaksana administrasi logistik dan pelaksana teknis logistik. Berikut ini adalah uraian tugas staf logistik tersebut:


Membuat dan membagikan form permintaan barang

  • Meminta dan mengumpulkan form permintaan barang yang telah diisi oleh unit kerja dan disetujui oleh atasan
  • Melakukan rekapitulasi data permintaan barang yang dibutuhkan unit
  • Melakukan pemesanan barang
  • Melakukan pengecekan atau pemeriksaan barang yang datang mulai dari volume, jenis dan kondisinya
  • Menyusun dan menyimpan barang sesuai dengan jenisnya
  • Menyiapkan barang sesuai dengan permintaan kebutuhan unit
  • Mencatat pengeluaran barang pada kartu stock
  • Mendistribusikan barang
  • Menghitung fisik barang dan mencatatnya ke kartu stock sesuai dengan jumlah fisik barang
  • Membuat laporan buku penerimaan dan pengeluaran barang
  • Membuat laporan bulanan dan triwulan barang yang berisi laporan penerimaan dan pengeluaran barang

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian logistik dan peran pentingnya dalam sebuah perusahaan. Sistem pengelolaan logistik di sebuah organisasi atau perusahaan sangat penting sekali dalam menentukan kualitas layanan. Semoga bermanfaat.


Sumber :

https://www.pengadaanbarang.co.id/2020/06/logistik-adalah.html

Saturday, August 15, 2020

Purchasing

PURCHASING ADALAH? 

Di zaman digital saat ini, sebagian besar individu sudah mulai menggunakan internet dan teknologi digital untuk belanja barang atau jasa yang diinginkan. Ditawarkannya kemudahan dan dapat di akses dimana saja menjadikan nilai tambah yang bermanfaat untuk pelanggan & perusahaan. Salah satu proses yang telah mengalami perubahan adalah proses purchasing. Digitalisasi membawa proses purchasing berevolusi menjadi e-purchasing.

Walaupun istilah ini di Indonesia masih di bilang cukup baru dan identik dengan pembelian pengadaan barang atau jasa yang berkaitan dengan pemerintahan. Di luar Indonesia, e-purchasing tidak hanya digunakan dalam pemerintahan, tapi juga oleh masyarakat biasa. Untuk lebih mengenal pembelian secara elektronik ini, berikut pembahasan secara lengkap.

PURCHASING ADALAH – DEFINISI & TANGGUNG JAWAB

Sebelum mengenal apa itu e-purchasing, ada baiknya mengenal terlebih dahulu mengenai purchasing. Dalam bahasa Indonesia, purchasing memiliki arti pembelian yang dalam suatu organisasi berarti suatu proses pemesanan barang atau jasa untuk digunakan dalam melancarkan kegiatan operasional.

Biasanya purchasing memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) tersendiri. Perannya adalah melakukan pembelian yang diminta oleh divisi lain dalam perusahaan. Tidak hanya itu, purchasing juga bertanggung jawab atas barang atau jasa yang dipesannya. Berikut beberapa tanggung jawab yang harus dikerjakan oleh purchasing:


1. Purchasing Menerima dan menganalisis kebutuhan perusahaan

Purchasing wajib menerima perminataan pembelian, selama memang untuk kepentingan operasional perusahaan. Namun, sebaiknya purchasing menganalisis kembali apakah barang atau jasa tersebut memang benar dibutuhkan, atau hanya digunakan untuk kepentingan pribadi.


2. Departemen Purchasing Menganalisa & Memilih Supplier & Vendor

Mencari dan menentukan supplier juga merupakan tugas dari purchasing. Mereka harus memiliki data-data supplier yang sesuai dengan kualitas perusahaan dan sesuai dengan harga di dalam anggaran. Pemilihan supplier bisa melalui proposal yang ditawarkan, iklan, atau atas saran orang lain.


3. Tim Purchasing Melakukan Pemesanan Pada Supplier

Untuk pemesanan harus membuat formulir purchase order. Sebaiknya formulir tersebut harus dibuat beberapa rangkap, guna menjadi arsip bagi beberapa bagian. Nantinya ini akan menjadi bukti bahwa perusahaan pernah atau sedang melakukan pemesanan barang atau jasa tersebut.


4. Staff Puchasing Memantau Pengiriman Barang

Tidak hanya sampai disitu, tetapi selama masa pengiriman, bagian purchasing juga harus memantau lokasi barang atau jasa tersebut hingga sampai di gudang perusahaan. Apabila yang dibeli adalah jasa, maka tim purchasing harus memastikan bahwa pekerjaan selesai sesuai kontrak.


5. Bagian Purchasing Memeriksa Kualitas Barang Pesanan & Pekerjaan

Setelah barang sampai, maka purchasing wajib memeriksa produk yang dipesan. Harus dipastikan apakah sesuai dengan pesanan (jumlah dan kualitas)? Apakah ada cacat produksi? Jika ada yang tidak memenuhi syarat sesuai dengan PO maka, purchasing bisa meretur demi menjaga kualitas.


6. Staff Purchasing Membayar Faktur

Pembayaran bisa dilakukan dengan cicilan atau tunai, tergantung kesepakatan kedua belah pihak. Purchasing bertugas untuk melunasi pembelian tersebut hingga lunas, sehingga skill dalam komunikasi untuk staff purchasing itu penting.

Purchasing merupakan kegiatan pembelian yang dilakukan secara manual. Prosesnya bisa melalui email, telepon dan lainnya. Kelemahan dari sistem ini adalah bagian purchasing harus terus menerus melakukan kontak dengan supplier mulai dari pemesanan barang hingga barang sampai ditempat. Tentunya hal ini juga akan meningkatkan biaya dan tidak efektif. Apalagi jika pembelian yang terjadi bisa lebih dari satu transaksi.

Kelebihannya adalah dapat menjalin hubungan yang lebih akrab dengan supplier. Tetapi kelebihan ini terkadang menjadi boomerang. Sebab mungkin saja pihak supplier akan merasa terganggu, mengingat pemesanan tidak hanya oleh 1 atau 2 perusahaan saja.


Sumber :

https://promise.co.id/purchasing-adalah-definisi-e-purchasing/

Sumber foto :

https://www.dreamstime.com/illustration/purchasing.html

Wednesday, July 15, 2020

Apa itu Supply Chain Management?

Pengertian Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan)

Supply chain management (SCM) merupakan fondasi yang mendukung pemenuhan kebutuhan konsumen yang dilakukan oleh bisnis manufaktur, ritel, dan grosir. Dengan kata lain, SCM juga merupakan faktor penentu kesuksesan dari bisnis-bisnis tersebut.

Rantai pasokan dalam setiap bisnis bisa saja berbeda. Versi paling dasarnya yakni mencakup perusahaan, pemasoknya, dan pelanggan perusahaan tersebut. Namun, untuk perusahaan yang lebih besar, maka cakupannya juga jadi semakin luas.

Dalam artikel ini, kami membahas secara detail tentang apa itu supply chain management, apa saja komponennya, dan tips sederhana untuk mengoptimalkannya.


Apa Itu Supply Chain Management?

Supply Chain Management adalah rangkaian kegiatan yang diperlukan untuk merencanakan, mengendalikan, dan menjalankan arus produk. Ini meliputi proses perolehan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi produk ke konsumen akhir, dengan cara yang paling efisien dan hemat biaya.

SCM merupakan usaha yang luas dan kompleks yang bergantung pada setiap mitra – dari pemasok hingga produsen dan seterusnya – supaya dapat berjalan dengan baik. Tujuan dari manajemen rantai pasokan sendiri adalah untuk memaksimalkan nilai pelanggan dan mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar. Untuk mencapainya, dibutuhkan berbagai upaya, baik strategi bisnis dan perangkat lunak khusus.


Proses-Proses dalam Supply Chain Management

Pengertian Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan)Supply Chain Management melibatkan begitu banyak proses, mulai dari persiapan produksi hingga pemenuhan kebutuhan konsumen. Berikut ini adalah penjelasan mengenai peran dan fungsi dari setiap proses di dalamnya.


Perencanaan

Ada beberapa aktivitas yang dilibatkan dalam tahap perencanaan, mulai dari prakiraan permintaan konsumen, perencanaan pembelian, dan perencanaan produksi, hingga persiapan tenaga kerja dan transportasi.

Prakiraan permintaan konsumen (demand forecasting) dilakukan agar penjual dapat mengetahui jenis dan jumlah produk yang harus dipersiapkan selama kurun waktu tertentu. Ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang akan diproduksi dan dijual telah sesuai dengan permintaan konsumen.

Dalam melakukan prakiraan, penjual harus melihat laporan penjualan dan inventaris, serta memerhatikan tren pasar. Untuk melakukan prediksi permintaan secara otomatis, penjual sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakan sistem manajemen inventaris. Sistem ini menyediakan laporan inventaris yang akurat dan alat forecasting yang memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan hasil prediksi hanya dalam hitungan detik.


Pembelian atau Pengadaan

Setelah mengetahui jenis dan jumlah barang yang harus dibeli melalui demand forecasting, kini saatnya untuk memperoleh barang tersebut. Procurement atau pengadaan adalah perolehan barang dengan harga terbaik, dalam jumlah yang tepat, dan pada waktu yang tepat.

Proses pengadaan biasanya melibatkan beberapa tahap, yakni pengajuan pembelian, penilaian pengajuan, persetujuan pembelian, dan pemesanan ke pemasok. Admin bertanggung jawab untuk memeriksa dan mencatat apa saja yang harus dibeli dan kemudian mengajukannya kepada manajer pembelian.

Pengadaan akan menjadi lebih mudah dan sederhana dengan bantuan sistem manajemen pembelian. Dengan perangkat lunak ini, departemen pembelian dapat membuat permintaan penawaran, purchase order, persetujuan pembelian, dan kontrak payung secara instan. Procurement software yang baik bahkan menyediakan supplier portal untuk mempercepat proses pemesanan ke pemasok.


Produksi

Proses produksi merupakan proses di mana seluruh bahan baku akan diolah menjadi produk jadi. Proses ini biasanya tidak hanya melibatkan tenaga kerja manusia tetapi juga mesin.

Pemberhentian dalam proses produksi dapat menyebabkan penundaan pengiriman pesanan dan tentunya menyebabkan ketidakpuasan pelanggan. Oleh karena itu, downtime harus dihilangkan dengan memastikan produktivitas tenaga kerja, mesin, dan peralatan.


Pengelolaan Gudang

Setelah barang selesai diproduksi, maka barang tersebut harus di simpan di dalam gudang. Pengelolaan gudang terdiri dari proses memasukkan (inbound) dan mengeluarkan (outbound) barang, pengambilan dan pengepakan, cross-docking, dan stock opname.

Setiap barang yang masuk dan keluar harus selalu dicatat. Stock opname juga harus dilakukan secara berkala agar tidak ada perbedaan antara jumlah fisik barang yang sebenarnya dan jumlah barang yang tercatat dalam pembukuan. Seluruh aktivitas di gudang yang memakan waktu ini dapat diotomatiskan dengan bantuan warehouse management software.


Pengiriman Pesanan

Setelah barang pesanan diambil dari gudang dan dikemas, maka langkah selanjutnya adalah mengirimnya ke pelanggan. Kurir dan transportasi harus dipersiapkan terlebih dahulu agar barang dapat segera dikirim.

Untuk memastikan agar pesanan sampai ke tangan pelanggan secara tepat waktu, penjual sebaiknya memiliki alat untuk melacak kurirnya. Dengan EQUIP Inventory, Anda dapat melacak keberadaan kurir melalui smartphone. Sistem ini juga memungkinkan kurir untuk mengonfirmasi ketika pesanan sudah diantar ke pelanggan.


Pengembalian Pesanan

Pengembalian pesanan biasanya terjadi ketika konsumen mengajukan pengembalian yang dikarenakan kerusakan, kekeliruan, atau keterlambatan. Proses ini melibatkan beberapa aktivitas seperti pemeriksaan kondisi produk, otorisasi pengembalian, penggantian produk, dan  penjadwalan pengiriman, pengembalian uang.


Perbedaan SCM dengan Logistik

Istilah supply chain management dan logistik sering membingungkan atau digunakan secara bergantian, namun sebenarnya keduanya berbeda. Logistik adalah komponen dari manajemen rantai pasokan. Ia berfokus pada pemindahan produk atau material dengan cara yang paling efisien sehingga tiba di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. 

Sebaliknya, SCM melibatkan serangkaian kegiatan yang lebih luas, mulai dari mencari sumber bahan baku, memperoleh barang dan bahan baku dengan harga terbaik, dan mengoordinasikan upaya visibilitas di seluruh jaringan rantai pasokan.


Mengoptimalkan SCM dengan Solusi Otomatis

Tidak dapat dipungkiri bahwa supply chain management bisa menjadi rangkaian kegiatan yang sangat kompleks. Semakin besar bisnis Anda maka semakin kompleks pula rantai pasokan Anda. Untungnya, dengan bantuan teknologi, Anda tidak hanya dapat menyederhanakannya tetapi juga mengoptimalkannya.

Caranya adalah dengan meningkatkan efisiensi dalam setiap proses yang terlibat dalam manajemen rantai pasokan. Anda harus dapat memastikan bahwa Anda bisa memperoleh barang atau bahan baku dari pemasok dalam waktu dan jumlah yang tepat, sehingga tidak perlu ada penundaan yang menghambat pemenuhan kebutuhan. Ini mungkin terdengar sulit, namun dengan bantuan sistem SCM, semuanya dapat dilakukan dengan lebih efisien dan efektif.


Sumber :

https://www.hashmicro.com/id/blog/pengertian-supply-chain-management/

Sumber foto :

https://www.oxfordcollegeofprocurementandsupply.com/supply-chain-management-role-business/

The Bioeconomy is Much More Than a Circular Economy

The concepts of bioeconomy, circular economy and biomass cascading have similar targets, but neither is fully part of the other nor embedded...