Friday, September 25, 2020

Continuous Improvement

MENGENAL CONTINUOUS IMPROVEMENT

Continuous improvement, atau Kaizen adalah suatu metode untuk mengidentifikasi peluang perbaikan untuk merampingkan cara kerja dan mengurangi pemborosan. Praktek ini dibakukan dengan popularitas Lean / Agile / Kaizen dalam industri manufaktur dan jasa, dan saat ini digunakan oleh ribuan perusahaan di seluruh dunia untuk mengidentifikasi peluang penghematan. Banyak ide-ide yang dapat dikombinasikan untuk hasil yang amat baik. Misalnya, Kaizen dan Kanban bisa digunakan bersamaan  untuk memfasilitasi continuous improvement.

Sementara continuous improvement dapat dilakukan tanpa versi yang lebih baku dari metode Lean dan Agile, tools yang tepat yang dipilih perusahaan dapat menggabungkan antara continuous improvement untuk solusi yang terotomasi dengan skala yang besar.

 

Kaizen: Proses yang Fleksibel

Continuous improvement dapat dilihat sebagai rangkaian panduan kegiatan formal maupun informal. Beberapa perusahaan telah beralih fokus pada pendekatan manajemen project dan proses yang lebih formal seperti metodologi Lean / Agile (Kanban, Kaizen, Scrum, XP).

Sebagai contoh, Kaizen dan Kanban dapat diintegrasikan untuk memungkinkan continuous improvement melalui visualisasi alur kerja. Dalam metodologi Lean / Agile, continuous improvement merupakan fokus utama, untuk meningkatkan standar layanan pelanggan dan pengurangan pemborosan dalam bentuk biaya, waktu dan defect (pengerjaan kembali).


Manfaat Continuous Improvement


Merampingkan Alur Kerja

Melakukan perbaikan yang berkelanjutan adalah hal yang pertama dilakukan untuk menurunkan biaya operasional. Continuous improvement (kadang juga disebut dengan “rapid improvement”) adalah teknik Lean improvement yang membantu merampingkan alur kerja.

Proses kerja yang Lean memungkinkan alur kerja yang efisien yang hemat waktu dan uang, memungkinkan Anda untuk mengurangi kesia-siaan waktu dan upaya. Sebagai contoh, project yang melibatkan deadline yang berganti, perubahan prioritas dan kompleksitas lainnya seringkali memiliki peluang untuk perbaikan. Hanya saja harus ada orang yang menindaklanjuti peluang tersebut.


Menurunkan Biaya dan Mencegah Kelebihan Biaya Project

Penting bagi seorang manajer untuk mengetahui biaya penyelesaian suatu project. Oleh karena itu, banyak kantor project management yang mendapat manfaat dari mengetahui panjangnya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu project. Project manager dapat menghemat biaya project dan mencegah kelebihan budget menggunakan Forecasting Software. Forecasting (tidak sama dengan estimating) apakah suatu project constraint akan di breakdown adalah salah satu cara di mana kantor project management dapat meningkatkan overall effectiveness bagi perusahaan.


Kapan Kita Menggunakan Continuous Improvement?

Penurunan kualitas tidak dapat dibenarkan dengan kemampuan untuk melakukan sesuatu lebih cepat atau murah. Untuk menjaga standar kualitas namun juga menghemat waktu dan biaya, perusahaan mencari cara kerja yang Lean, termasuk juga continuous improvement.

Dengan memperhatikan best practice dalam continuous improvement, perusahaan dapat mencari cara untuk melanjutkan usaha sebagaimana biasanya sambil turut menganalisa peluang perbaikan.

Untuk perusahaan yang timnya tak dapat mempraktekkan continuous improvement pada pekerjaan sehari-harinya, cara terbaik yang bisa ditempuh untuk mempopulerkan konsep ini adalah dengan mengadakan kegiatan continuous improvement, atau yang dikenal juga dengan Rapid Improvement events atau Value Stream Mapping.

Selain itu, bisa dilakukan juga Kaizen Event. Kegiatan ini dapat berlangsung selama 1-5 hari, tergantung kedalaman dan luasnya cakupan topik, dan anggota tim biasanya diberikan daftar hal yang harus dilakukan untuk mendukung berjalannya proses baru dalam organisasi dan memerlukan lebih sedikit waktu untuk melakukannya.

Banyak perusahaan yang telah mengadopsi teknik perbaikan Lean sebagai standard di mana semua project dan pekerjaan dijalankan. Continuous improvement membantu perusahaan menghemat biaya dengan mengidentifikasi ketidakefisienan dalam suatu project team yang terdiri dari banyak lapisan manajemen atau tim produksi yang setiap pergerakannya memiliki nilai. Apakah sebuah perusahaan memilih continuous improvement jadi bagian dari budaya hariannya tergantung pada pengaruh organisasi dengan potensi penghematan biaya yang mungkin terjadi sebagai hasilnya.


Sumber :

https://pqm.co.id/mengenal-continuous-improvement/


Sumber foto :

https://www.planview.com/resources/guide/lean-principles-101/what-is-continuous-improvement/

No comments:

Post a Comment

The Bioeconomy is Much More Than a Circular Economy

The concepts of bioeconomy, circular economy and biomass cascading have similar targets, but neither is fully part of the other nor embedded...